KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) menilai pemerintah perlu segera menuntaskan persoalan impor ilegal dan praktik perdagangan tidak sehat agar industri tekstil kembali menyerap tenaga kerja pada 2026. Ketua Umum APSyFI Redma Gita Wirawasta mengatakan, tekanan terhadap industri tekstil masih berasal dari membanjirnya produk impor murah di pasar domestik, di tengah pelemahan ekspor akibat perlambatan global. “Keseriusan pengendalian impor untuk menciptakan fairness competition di pasar domestik menjadi kunci,” kata Redma kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).
Industri Tekstil Minta Pemerintah Lakukan Reformasi Pengawasan Impor
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) menilai pemerintah perlu segera menuntaskan persoalan impor ilegal dan praktik perdagangan tidak sehat agar industri tekstil kembali menyerap tenaga kerja pada 2026. Ketua Umum APSyFI Redma Gita Wirawasta mengatakan, tekanan terhadap industri tekstil masih berasal dari membanjirnya produk impor murah di pasar domestik, di tengah pelemahan ekspor akibat perlambatan global. “Keseriusan pengendalian impor untuk menciptakan fairness competition di pasar domestik menjadi kunci,” kata Redma kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).