Industri Tekstil Nasional Sulit Berkembang Lantaran Tidak Harmonis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cita-cita industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia untuk bisa bersaing di pasar global masih jauh dari harapan.

Pasalnya, produsen masih mengeluhkan banyaknya kendala, mulai dari hulu hingga hilir.

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ernovian G. Ismy, Indonesia belum melakukan harmonisasi dan kerjasama di antara industri TPT sehingga rantai pasoknya tidak berjalan. Alhasil, pola produksi antar-industri tidak terkoneksi.

Untuk menghadapi dan mengantisipasi produk impor, maka stakeholder perlu duduk bersama.

"Harmonisasi industrinya di dalam negeri, bukan saling menyalahkan seperti sekarang," ungkap dia kepada KONTAN, Selasa (13/8).

Industri tekstil lokal terus terpuruk. API Jawa Barat melaporkan, sejak tahun lalu hingga Juli tahun ini telah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) atas 36.000 karyawan di area Bandung Raya.

Bukan hanya itu, ada empat perusahaan tekstil juga dikabarkan gulung tikar dalam kurun waktu tersebut.

Ernovian menilai, masalah yang terjadi di Jawa Barat adalah akibat dari tidak selarasnya industri hulu hingga hilir tekstil.

Agar kejadian ini tidak berlarut-larut, maka perlu ada proteksi dan reformasi regulasi di setiap rantai suplai industri TPT.

"Perlu ada win-win solution bagi industri TPT," ungkap dia.



Editor: Tedy Gumilar
Dukungan dari Anda akan menambah semangat kami dalam menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat seperti ini.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.