KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri tekstil memperkirakan prospek sektor manufaktur pada semester II-2026 masih akan menghadapi tekanan. Meski pemerintah telah menurunkan harga gas industri, berbagai faktor lain dinilai masih membebani kinerja manufaktur, baik di pasar domestik maupun ekspor. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Wirawasta mengatakan, kondisi pada semester II diperkirakan tidak jauh berbeda dibandingkan semester I karena belum ada kebijakan yang mampu memberikan dorongan signifikan bagi industri. "Sepertinya akan sama saja seperti semester I, karena tidak ada kebijakan positif yang signifikan. Meski harga gas sudah turun, faktor lain seperti nilai tukar, harga bahan baku, BI Rate, logistik hingga pelemahan daya beli masih menjadi persoalan," ujar Redma kepada Kontan, Senin (13/7/2026).
Industri Tekstil RI Beri Alarm, Prospek Industri Manufaktur Semester II Menantang
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri tekstil memperkirakan prospek sektor manufaktur pada semester II-2026 masih akan menghadapi tekanan. Meski pemerintah telah menurunkan harga gas industri, berbagai faktor lain dinilai masih membebani kinerja manufaktur, baik di pasar domestik maupun ekspor. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Wirawasta mengatakan, kondisi pada semester II diperkirakan tidak jauh berbeda dibandingkan semester I karena belum ada kebijakan yang mampu memberikan dorongan signifikan bagi industri. "Sepertinya akan sama saja seperti semester I, karena tidak ada kebijakan positif yang signifikan. Meski harga gas sudah turun, faktor lain seperti nilai tukar, harga bahan baku, BI Rate, logistik hingga pelemahan daya beli masih menjadi persoalan," ujar Redma kepada Kontan, Senin (13/7/2026).
TAG: