Industri Telekomunikasi Bakal Mendulang Lonjakan Trafik Jelang Pemilu 2024



 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Gelaran pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024 diharapkan menjadi angin segar bagi emiten operator telekomunikasi, karena diproyeksikan akan meningkatkan konsumsi data masyarakat. 

Biasanya, para operator telekomunikasi mengalami lonjakan trafik pada momen Idul Fitri dan Natal serta Tahun Baru (Nataru), yang berdampak positif pada pendapatan mereka.

PT XL Axiata Tbk (EXCL) memperkirakan akan terjadi lonjakan penggunaan data selama pemilihan umum, meskipun tanpa memberikan target spesifik. 


Baca Juga: Intip Daftar Kode iPhone Indonesia, Amerika Serikat, Singapura, dan Negara Lain

Henry Wijayanto, Head of External Communication XL Axiata, menyatakan bahwa meskipun potensi kenaikan trafik diharapkan meningkat, namun tidak sebesar momen libur seperti Idul Fitri.

Emiten lainnya, PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH), juga bersiap menyambut pemilihan umum tahun ini. 

Steve Saerang, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, menyebutkan bahwa mereka mempersiapkan infrastruktur telekomunikasi digital secara optimal di seluruh negeri untuk mendukung pemilu. 

Hal ini termasuk memperkuat kapasitas layanan data, SMS, dan suara serta melakukan optimalisasi jaringan pada acara besar seperti debat presiden.

Baca Juga: Masa Panen Tambahan Emiten Telekomunikasi

ISAT juga memperkuat infrastruktur di titik-titik penting seperti kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU), pusat media calon presiden, dan kantor partai politik. 

Mereka mengantisipasi lonjakan trafik sebesar 9% selama periode pemilu dan kampanye besar.

Pada sisi penilaian dari analis saham, Robertus Hardy dari Mirae Asset Sekuritas mengatakan bahwa pemilu memiliki dampak besar pada emiten operator telekomunikasi, terutama dalam lonjakan penggunaan data. 

Dia memproyeksikan adanya peluang lonjakan trafik data yang signifikan selama pemilu, meskipun mungkin tidak sebesar momen libur lainnya.

Baca Juga: LinkAja Luncurkan Program Penukaran Poin Loyalitas dalam Ekosistem BUMN

Sementara Ayu Dian dari Reliance Sekuritas memperkirakan bahwa pemilu akan mendorong penggunaan data selama masa kampanye, terutama di luar Jawa yang masih memiliki penetrasi internet yang rendah. 

Reliance Sekuritas merekomendasikan saham sektor telekomunikasi, khususnya TLKM, dengan rekomendasi beli pada target harga Rp 4.800. Mirae Asset Sekuritas juga merekomendasikan TLKM dan ISAT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli