KONTAN.CO.ID - Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa FIFA tidak memiliki kewenangan untuk mengatur kebijakan masuk suatu negara, termasuk terkait proses visa dan izin masuk peserta Piala Dunia ke Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan Infantino menjelang dimulainya Piala Dunia 2026 yang akan dibuka di Mexico City, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Harga Emas Dunia Anjlok 3%, Konflik AS-Iran Picu Kekhawatiran Inflasi Ia menanggapi berbagai kekhawatiran mengenai potensi kendala visa bagi pemain, ofisial, maupun perangkat pertandingan yang akan memasuki wilayah Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah turnamen. Menurut Infantino, FIFA berupaya mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi peserta turnamen. Namun, keputusan terkait izin masuk tetap menjadi kewenangan pemerintah masing-masing negara. "Kami selalu berusaha mencari solusi. Namun kami juga harus menghormati bahwa kami bukan penguasa dunia yang bisa mengatur pemerintah, aparat keamanan, dan sebagainya. Kami adalah organisasi olahraga yang berusaha melakukan yang terbaik dengan kemampuan yang kami miliki," ujar Infantino dalam konferensi pers di Mexico City, Rabu (10/6).
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak 2% Rabu (10/6), Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras Infantino juga menanggapi kasus wasit asal Somalia, Omar Artan, yang dilaporkan tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat saat tiba di Miami dari Istanbul. Ia menyebut, kejadian tersebut sebagai hal yang disayangkan, namun tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai latar belakang kasus tersebut. Seorang pejabat Amerika Serikat sebelumnya menyebut Artan ditolak masuk karena diduga memiliki keterkaitan dengan individu yang dicurigai terkait organisasi teroris. Meski demikian, Infantino menegaskan FIFA tetap aktif membantu para peserta turnamen dalam menghadapi berbagai kendala administratif yang muncul. "Saya tidak mengatakan kami hanya diam. Kami bekerja di belakang layar untuk memahami situasi dan mencari solusi terbaik. Ada hal-hal yang disampaikan kepada kami dan ada yang tidak. Namun kami selalu berupaya menghasilkan solusi yang positif," katanya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat Setelah Trump Ancam Iran, Pasar Khawatir Gangguan Pasokan Ia mencontohkan keberhasilan FIFA memastikan tim nasional Iran tetap dapat berpartisipasi dalam pertandingan yang digelar di Amerika Serikat meski terdapat berbagai tantangan politik dan diplomatik. "Kami berhasil membawa Iran bermain di Amerika Serikat. Saya tidak tahu siapa lagi yang bisa melakukannya. Kami hidup di dunia nyata dan terus berusaha melakukan yang terbaik," ujar Infantino. Selain isu visa, FIFA juga menghadapi penyelidikan dari sejumlah jaksa agung negara bagian di Amerika Serikat terkait dugaan praktik harga tiket yang dianggap menyesatkan. Menanggapi hal tersebut, Infantino mengatakan FIFA terbuka terhadap proses investigasi dan siap memberikan seluruh informasi yang diperlukan.
Menurutnya, rata-rata harga tiket yang terjual sejauh ini masih berada di bawah US$ 500 per tiket. Ia juga menyebut jumlah keluhan yang diterima FIFA sangat kecil dibandingkan total tiket yang telah terjual.
Baca Juga: Trump: Iran Harus Menanggung Akibat karena Terlalu Lama Negosiasi "Dari sekitar 800.000 tiket yang terjual untuk pertandingan di Los Angeles dan San Francisco, hanya ada empat keluhan yang kami terima. Kami menyambut baik setiap investigasi dan akan menyampaikan seluruh penjelasan yang diperlukan," katanya. Infantino menegaskan seluruh pendapatan yang diperoleh FIFA dari penyelenggaraan turnamen pada akhirnya akan dikembalikan untuk pengembangan sepak bola di seluruh dunia.