KONTAN.CO.ID - Presiden FIFA Gianni Infantino disebut mencari dukungan di Karibia di tengah konflik dengan Concacaf, UEFA, dan AFC. Menurut laporan
The Guardian, Infantino menghadiri pertemuan Caribbean Football Union (CFU) di Republik Dominika meski sebelumnya diminta Presiden Concacaf Victor Montagliani untuk tidak datang. Kehadiran Infantino disebut berkaitan dengan upayanya mempertahankan dukungan dari asosiasi anggota FIFA di kawasan Karibia.
Baca Juga: Organisasi HAM Desak FIFA Halangi Infantino Maju untuk Periode Keempat Tetap Datang Meski Dicegah
Presiden Concacaf meminta Infantino mempertimbangkan kembali kehadirannya karena khawatir perhatian media akan beralih dari turnamen sepak bola U-14 yang berlangsung di Republik Dominika. “Saya dengan hormat meminta Anda atas nama sepak bola untuk mempertimbangkan kembali kehadiran Anda karena hal tersebut akan mengganggu sifat teknis dari kegiatan pengembangan pemain muda yang penting ini," tulis Montagliani, dikutip
Sports Illustrated. Montagliani juga menyebut kehadiran Infantino berpotensi membuat pemberitaan lebih banyak membahas krisis tata kelola FIFA daripada turnamen usia muda CFU. Surat tersebut dilihat oleh
Reuters. Menurut
The Guardian, Infantino memanfaatkan pertemuan CFU untuk mendekati sejumlah asosiasi anggota FIFA dari Karibia. Infantino disebut mengumumkan proyek pengembangan sepak bola yang didanai FIFA dengan nilai jutaan dolar. Proyek-proyek tersebut sebelumnya telah dijanjikan, tetapi mengalami penundaan. Laporan yang sama menyebut tim Infantino juga mendekati asosiasi anggota secara individual sebelum pertemuan CFU untuk mencari dukungan. Karibia menjadi kawasan penting karena seluruh anggota CFU berada dalam lingkup Concacaf.
The Guardian menyebut Infantino melihat kawasan tersebut sebagai peluang untuk mendapatkan dukungan sekaligus memecah kesatuan Concacaf.
Baca Juga: Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Disebut Belum Terima Dana dari FIFA Konflik Infantino dengan Concacaf, UEFA, dan AFC
Konflik ini bermula dari kontroversi FIFA Forward Enterprise, proposal bisnis FIFA yang sempat dirancang untuk menjual sebagian kepemilikan hak komersial kompetisi FIFA kepada investor swasta. Infantino kini menghadapi tekanan dari tiga konfederasi besar, yakni Concacaf, UEFA, dan AFC. Ketiganya telah menyerukan pengunduran dirinya dan meminta penyelidikan independen terhadap proses di balik proposal tersebut. Tekanan tersebut juga membuka kemungkinan adanya
vote of no confidence atau mosi tidak percaya terhadap Infantino sebelum pemilihan Presiden FIFA berikutnya. Infantino sendiri masih berupaya mempertahankan jabatannya.
Reuters melaporkan ia mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat hingga 2031.
Baca Juga: UEFA vs FIFA Memanas: Ini Daftar Konflik Besar Keduanya Victor Montagliani Bisa Jadi Penantang Infantino
Nama Montagliani sebelumnya disebut sebagai salah satu kandidat potensial untuk menggantikan Infantino jika terjadi perubahan kepemimpinan FIFA.
The Guardian menyebut Montagliani telah dipandang di Eropa sebagai calon penantang Infantino.
Keduanya tetap bertemu di Republik Dominika. Infantino dan Montagliani bahkan terlihat berjabat tangan sebelum pertemuan CFU berlangsung. Meski demikian, pertemuan tersebut tidak menghapus perbedaan sikap keduanya terkait kepemimpinan FIFA. Posisi Montagliani menjadi penting dalam konflik tersebut. Selain menjabat Presiden Concacaf, ia juga merupakan Wakil Presiden FIFA.
Baca Juga: Bos LaLiga Javier Tebas Kritik FIFA: Era Infantino Harus Berakhir