Inflasi Akan Terjadi di Beberapa Bulan Mendatang, Puncaknya Jelang Lebaran



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi diperkirakan akan membayangi perekonomian Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.

Wakil Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listyanto memprediksi, pada Februari tahun ini, akan tetap terjadi inflasi sebesar 0,23% mtm  dan sebesar 2,31% secara tahunan (year on year).

“Analisis saya, kemungkinan Februari ini tetap akan ada inflasi. Proyeksinya untuk Februari 2022 secara bulanan inflasi akan sebesar 0,23% mtm, dan untuk inflasi tahunannya menjadi 2,31% yoy,” tutur Eko kepada Kontan.co.id, Kamis (24/2).


Baca Juga: BI Perkirakan Terjadi Deflasi 0,11% di Februari 2022

Padahal sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memperkirakan akan terjadi penurunan harga (deflasi) pada bulan Februari 2022. Berdasarkan survei pemantauan harga pada pekan ketiga Februari 2022, deflasi pada bulan Februari diperkirakan sebesar 0,10% mom.

Eko mengungkapkan, penyebab utama inflasi pada Februari ini karena kenaikan sejumlah harga komoditas bahan pangan. Diantaranya  kenaikan harga minyak goreng, kedelai, daging ayam, telur,dan juga cabai.

Ia memperkirakan inflasi akan tetap terjadi dalam bebrapa bulan ke depan, bahkan akan lebih tinggi lagi menjelang bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Hasil hitungan sementara, Eko menebak, inflasi pada Maret 2022 akan sebesar 0,4%-0,5% mtm, dan April 2022 akan sebesar 0,6%-0,8% mtm.

Penyebabnya masih sama, yakni seputar bahan pokok makanan seperti minyak, cabai dan telur, ditambah pakaian, dan juga meningkatnya transportasi.

Baca Juga: BI: Ada 4 Hal yang Mempengaruhi Terkendalinya Inflasi pada Tahun Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News