Inflasi AS Lebih Tinggi Daripada Prediksi, Rupiah Melemah ke Rp 15.020 per Dolar AS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah mengakhiri perdagangan hari ini, Kamis (14/7) dengan penurunan. Di pasar spot, rupiah tercatat melemah 0,19% ke Rp 15.020 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara di kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga bernasib sama. Mata uang Garuda ini ditutup di Rp 14.999 per dolar AS atau terkoreksi 0,09% dari penutupan sebelumnya.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengungkapkan, pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS seiring dengan inflasi AS bulan Juni yang lebih tinggi daripada perkiraan. Menurut dia, hal ini akan menekan pasar karena meningkatnya ekspektasi The Fed yang akan kembali mengambil langkah agresif. 


Baca Juga: Rupiah Jisdor Melemah ke Rp 15.020 Per Dolar AS Pada Perdagangan Kamis (14/7)

Menyambut perdagangan besok, Jumat (15/7), Sutopo melihat rupiah masih akan berada dalam bayang-bayang penguatan dolar AS. Namun, setidaknya dari dalam negeri, dia melihat rilis data cadangan devisa bulan Juni pada esok hari bisa menjadi katalis positif untuk rupiah.

“Apalagi neraca perdagangan untuk bulan Juni diproyeksikan masih akan surplus US$ 3,5 miliar, atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar US$ 2,9 miliar,” ujar Sutopo kepada Kontan.co.id, Kamis (14/7).

Baca Juga: IHSG Naik ke 6.690 Meski Asing Mencatat Net Sell, Kamis (14/7)

Dia mengatakan, jika ternyata besok rilis data sesuai dengan ekspektasi atau bahkan lebih baik, kurs rupiah bisa menguat. Namun, jika sebaliknya, maka akan semakin menekan posisi rupiah di tengah kekhawatiran pelaku pasar. 

Pada perdagangan Jumat, Sutopo memproyeksikan rupiah akan diperdagangkan pada rentang Rp 14.950 per dolar AS-Rp 15.050 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati