KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Laju inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) diperkirakan mulai melambat pada Juni 2026. Namun, perlambatan ini dinilai belum cukup untuk meredakan tekanan biaya hidup masyarakat maupun menutup peluang Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga tahun ini. Survei Reuters (14/7), terhadap para ekonom memperkirakan indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS naik 3,8% secara tahunan pada Juni, lebih rendah dibandingkan kenaikan 4,2% pada Mei yang menjadi level tertinggi sejak April 2023. Secara bulanan, CPI bahkan diperkirakan turun 0,1%, penurunan pertama sejak Mei 2020. Perlambatan inflasi terutama didorong oleh turunnya harga bensin setelah sempat melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kondisi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara karena kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Inflasi AS Melambat, Peluang Kenaikan Suku Bunga Masih Terbuka
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Laju inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) diperkirakan mulai melambat pada Juni 2026. Namun, perlambatan ini dinilai belum cukup untuk meredakan tekanan biaya hidup masyarakat maupun menutup peluang Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga tahun ini. Survei Reuters (14/7), terhadap para ekonom memperkirakan indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS naik 3,8% secara tahunan pada Juni, lebih rendah dibandingkan kenaikan 4,2% pada Mei yang menjadi level tertinggi sejak April 2023. Secara bulanan, CPI bahkan diperkirakan turun 0,1%, penurunan pertama sejak Mei 2020. Perlambatan inflasi terutama didorong oleh turunnya harga bensin setelah sempat melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kondisi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara karena kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
TAG: