KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Inflasi diproyeksi kembali terjadi pada bulan Maret 2025, dipicu oleh Ramadan dan Lebaran. Padahal, di bulan sebelumnya, terjadi deflasi sebesar 0,48% secara bulanan. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, inflasi pada bulan Maret 2025 diproyeksi mencapai 1,79% secara bulanan atawa MoM (month on month). Itu membuat inflasi tahunan berada di level 1,16% YoY (year on year). Proyeksi tersebut berdasarkan situasi pasar, salah satunya hilangnya diskon listrik bagi pelanggan prabayar menjadi salah satu pendorong inflasi.
Inflasi Diproyeksi Kembali Terjadi di Maret 2025, Ini Faktor Pendorongnya
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Inflasi diproyeksi kembali terjadi pada bulan Maret 2025, dipicu oleh Ramadan dan Lebaran. Padahal, di bulan sebelumnya, terjadi deflasi sebesar 0,48% secara bulanan. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, inflasi pada bulan Maret 2025 diproyeksi mencapai 1,79% secara bulanan atawa MoM (month on month). Itu membuat inflasi tahunan berada di level 1,16% YoY (year on year). Proyeksi tersebut berdasarkan situasi pasar, salah satunya hilangnya diskon listrik bagi pelanggan prabayar menjadi salah satu pendorong inflasi.