Inflasi Grosir Jepang Melambat di Bulan Desember 2025, Ini Alasannya



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Inflasi grosir Jepang melambat secara tahunan per Desember 2025 karena penurunan biaya bahan bakar, sebuah tanda bahwa penurunan harga minyak mentah memberikan sedikit keringanan bagi perusahaan yang menghadapi kenaikan biaya tenaga kerja dan biaya bahan baku lainnya.

Berdasarkan data Bank of Japan (BOJ) pada Kamis (15/1/2026), indeks harga barang perusahaan (CGPI), yang mengukur harga yang dikenakan perusahaan satu sama lain untuk barang dan jasa mereka, naik 2,4% secara tahunan pada bulan Desember 2025. Hal tersebut sesuai dengan perkiraan pasar median.

Pertumbuhan melambat dari kenaikan tahunan 2,7% pada bulan November 2025.


Baca Juga: Trump Akui Ambisi Miliki Greenland Penting Secara Psikologis Baginya

Indeks yang mengukur harga impor berbasis yen tidak berubah dari level tahun sebelumnya pada bulan Desember setelah penurunan revisi 1,7% pada bulan November, data menunjukkan, menyoroti tekanan harga naik yang kembali muncul akibat yen yang lemah.

Data ini akan menjadi salah satu faktor yang akan dicermati BOJ dalam tinjauan triwulanan perkiraan pertumbuhan dan inflasi pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 22-23 Januari.

Selanjutnya: Setelah Menyerap Hampir Rp 2 Triliun, ASII Stop Buyback, Apa Dampaknya ke Harga?

Menarik Dibaca: Jadwal India Open 2026, 3 Wakil Indonesia Berburu Tiket Perempat Final