Inflasi Inti, Harga Diatur Pemerintah, dan Bergejolak Kompak Naik pada Februari 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi tahunan pada Februari 2026 mencapai 4,76% year on year (yoy). Inflasi ini meningkat dari inflasi Januari 2026 yang sebesar 3,55% yoy.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono membeberkan, berdasarkan komponennya, di antaranya komponen inti mengalami inflasi sebesar 2,63% yoy atau naik dari bulan sebelumnya yang mencapai 2,45% yoy.

Komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 1,72% yoy.


Baca Juga: BPS Catat Inflasi Tahunan Februari 2026 Capai 4,76%, Ini Penyebabnya

“Komoditas yang memberikan andil inflasi inti pada Februari 2026 adalah emas perhiasan, biaya akademi/perguruan tinggi, mobil, sewa rumah, dan nasi dengan lauk,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/3).

Kemudian, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 12,66% yoy atau naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 9,71% yoy. Inflasi ini memberikan andil sebesar 2,26% yoy.

Komoditas penyumbangnya yang paling dominan adalah tarif lsitrik, sigaret kretek mesin (SKM), dan sigaret kretek tangan (SKT).

Baca Juga: BPS Mencatat Inflasi Bulanan Februari 2026 Mencapai 0,68%

Terakhir, komponen harga bergejolak yang mengalami inflasi sebesar 4,64% yoy, atau meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 3,55% yoy, dengan andil sebesar 0,78% yoy.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komoditas ini adalah daging ayam ras, beras, bawang merah, dan telur ayam ras.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News