Inflasi Inti Jepang Melambat di Desember, Namun Tetap di Atas Target BOJ



KONTAN.CO.ID - Inflasi inti Jepang melambat pada Desember 2025, namun masih berada di atas target Bank of Japan (BOJ) sebesar 2%.

Kondisi ini menjaga ekspektasi pasar bahwa bank sentral Jepang masih membuka ruang untuk kenaikan suku bunga ke depan.

Berdasarkan data yang dirilis Jumat (23/1), indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) inti Jepang yang tidak memasukkan harga makanan segar naik 2,4% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Desember.


Baca Juga: Gaji CEO JPMorgan Jamie Dimon Naik Menjadi Lebih dari Rp 700 Miliar pada 2025

Angka ini sesuai dengan perkiraan median pasar, namun melambat dibandingkan kenaikan 3,0% pada November.

Pelambatan inflasi tersebut terutama dipengaruhi oleh efek basis dari lonjakan harga energi tahun lalu, yang terjadi setelah berakhirnya subsidi bahan bakar dari pemerintah.

Sementara itu, indeks inflasi yang mengecualikan harga makanan segar dan energi yang menjadi indikator utama BOJ untuk mengukur tekanan inflasi inti naik 2,9% pada Desember, sedikit turun dari 3,0% pada bulan sebelumnya.

Dalam rapat dua hari yang berakhir Jumat ini, BOJ secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75%.

Meski demikian, bank sentral diperkirakan akan menegaskan kesiapan untuk melanjutkan pengetatan kebijakan moneter seiring dengan pemulihan ekonomi Jepang yang berlangsung moderat.

Baca Juga: Intel Proyeksikan Pendapatan dan Laba Kuartal I di Bawah Ekspektasi

Sebagai catatan, BOJ mengakhiri kebijakan stimulus moneter besar-besaran yang telah berlangsung lebih dari satu dekade pada 2024.

Sejak itu, BOJ telah menaikkan suku bunga secara bertahap, termasuk pada Desember lalu, dengan keyakinan bahwa Jepang berada di jalur yang tepat untuk mencapai target inflasi 2% secara berkelanjutan.

Selanjutnya: Proyek Danantara Waste to Energy Mengguncang Bursa, Saham Ini Berpotensi Terbang

Menarik Dibaca: Nasib Tragis 7 Karakter Film Ini, Tersesat dan Berjuang Hidup Sendirian