KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan masih terdapat ruang penurunan suku bunga kebijakan alias BI Rate, seiring inflasi inti yang tetap rendah dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Perry menjelaskan, dalam merumuskan kebijakan moneter, Bank Indonesia selalu mempertimbangkan tiga faktor utama, yakni inflasi, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi. Dari ketiga indikator tersebut, inflasi inti menjadi indikator fundamental karena mencerminkan kemampuan kapasitas ekonomi dalam memenuhi permintaan. “Inflasi inti pada Desember 2025 tercatat 2,38%, relatif rendah karena berada di bawah titik tengah sasaran inflasi 2,5% ±1%,” ujar Perry dalam konfrensi pers, Selasa (27/1/2026).
Inflasi Inti Rendah, Gubernur BI Sebut Masih Ada Ruang Penurunan BI Rate
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan masih terdapat ruang penurunan suku bunga kebijakan alias BI Rate, seiring inflasi inti yang tetap rendah dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Perry menjelaskan, dalam merumuskan kebijakan moneter, Bank Indonesia selalu mempertimbangkan tiga faktor utama, yakni inflasi, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi. Dari ketiga indikator tersebut, inflasi inti menjadi indikator fundamental karena mencerminkan kemampuan kapasitas ekonomi dalam memenuhi permintaan. “Inflasi inti pada Desember 2025 tercatat 2,38%, relatif rendah karena berada di bawah titik tengah sasaran inflasi 2,5% ±1%,” ujar Perry dalam konfrensi pers, Selasa (27/1/2026).