Inflasi Kanada di Desember Mencapai 2,4%, Lebih Tinggi dari Perkiraan



KONTAN.CO.ID - OTTAWA. Inflasi Kanada naik lebih cepat dari perkiraan. Badan Statistik Kanada mengumumkan, Senin (19/1/2026), inflasi Desember mencapai 2,4%.

Angka ini lebih tinggi dari inflasi di bulan sebelumnya yang sebesar 2,2%. Selain itu, konsensus proyeksi ekonom juga memprediksi inflasi di Desember cuma mencapai 2,2%.

Kenaikan inflasi utama pada Desember didorong keringanan pajak penjualan sementara untuk barang-barang makanan dan perlengkapan anak-anak tertentu. Keringan pajak ini disahkan oleh pemerintahan liberal sebelumnya, yang dipimpin Justin Trudeau pada periode Desember 2024.


Baca Juga: Terjepit Tarif AS, India Cari Napas Lewat Lonjakan Ekspor ke China

Harga makanan di restoran, salah satu segmen, yang terpengaruh oleh keringanan pajak tersebut, merupakan kontributor terbesar terhadap percepatan laju inflasi tahunan pada Desember 2025.

Yang mengurangi percepatan laju tahunan tersebut adalah penurunan harga bensin dari tahun ke tahun, yang turun 13,8% di Desember, setelah penurunan 7,8% pada November. Bila tidak memperhitungkan harga makanan dan energi yang fluktuatif, inflasi naik 2,5% pada Desember.

Inflasi harga jasa pada Desember meningkat menjadi 3,3% dari 2,8% pada bulan November. Sementara harga barang naik 1,2% setelah naik 1,5% pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Inflasi per Desember 2025 Mencapai 2,92%, Naik dari 1,57% Tahun Lalu

Secara rata-rata tahunan, harga meningkat 2,1% sepanjang tahun lalu, setelah kenaikan 2,4% pada tahun 2024.

Secara bulanan, indeks harga konsumen turun sebesar 0,2%. Penurunan bulanan tersebut lebih rendah dari ekspektasi pasar, yang sebesar 0,3%.

Data inflasi utama, yang jadi acuan bank sentral Kanada, yakni CPI-median dan CPI-trim, terus menurun dan mencapai level terendah sejak Desember 2024.

Baca Juga: Harga Tembaga Rebound Disokong Pelemahan Dolar AS dan Data Ekonomi China

CPI-median, yakni nilai tengah rangkaian perubahan harga dalam satu bulan, turun jadi 2,5% dari 2,8% di November. Sementara CPI-trim, yang tidak memperhitungkan perubahan harga paling ekstrem, turun menjadi 2,7% dari 2,9%.

Perlambatan harga seharusnya memungkinkan Bank of Canada mempertahankan suku bunga. Pelaku pasar keuangan juga memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah tahun ini.

Bank of Canada mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil di 2,25% pada Desember lalu. Bank sentral ini mengatakan, ini adalah tingkat yang tepat untuk menjaga inflasi mendekati target 2%.

Baca Juga: Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 39 Orang

"Meskipun angka inflasi utama sedikit lebih kuat dari yang diperkirakan, data ini masih konsisten dengan inflasi inti yang mendekati 2%, dan sebagai hasilnya kami terus melihat tidak ada perubahan pada suku bunga Bank of Canada sepanjang 2026," kata Andrew Grantham, Ekonom Senior CIBC Capital Markets, dikutip Reuters.

Jessica Hinds, Direktur tim Ekonomi Fitch Ratings, mengatakan, data inflasi Kanada sangat tidak mungkin mengubah perhitungan bank sentral.

Selanjutnya: Terjepit Tarif AS, India Cari Napas Lewat Lonjakan Ekspor ke China

Menarik Dibaca: Prakiraan BMKG Cuaca Besok (20/1) di Jakarta Hujan Petir di Daerah Ini