Inflasi Korea Selatan Melesat di April 2026, Tertinggi Sejak Juli 2024



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Harga konsumen Korea Selatan naik pada April 2026 dengan laju paling tajam dalam hampir dua tahun, seperti yang diperkirakan. Hal ini dipicu oleh lonjakan harga minyak yang didorong oleh konflik Timur Tengah.

Indeks harga konsumen Korea Selatan naik 2,6% pada bulan April dibandingkan tahun sebelumnya, setelah cetak inflasi 2,2% pada bulan Maret 2026, menurut data pemerintah yang dirilis pada hari Rabu (6/5/2026). 

Kenaikan ini sesuai dengan perkiraan median dalam jajak pendapat Reuters dan menandai kenaikan tahunan terbesar sejak Juli 2024.


Baca Juga: Harga Minyak Bergerak Tipis di Pagi Ini (6/5): Stok Minyak AS Turun

Indeks tersebut naik 0,5% dari bulan sebelumnya, setelah naik 0,3% pada bulan sebelumnya. Didorong harga produk minyak bumi melonjak 7,9% selama sebulan dan harga tiket pesawat internasional melonjak 13,5%, menurut Kementerian Data dan Statistik.

"Meskipun harga minyak tetap tinggi, kenaikan harga bensin dibatasi oleh kebijakan pembatasan harga bahan bakar nasional pemerintah Korea Selatan, sehingga mengurangi tekanan inflasi," kata Chun Kyu-yeon, seorang ekonom di Hana Securities.

"Namun, tren kenaikan tersebut akan tetap berlaku untuk sementara waktu, karena ada juga kemungkinan inflasi harga jasa yang meningkat akibat faktor-faktor seperti kenaikan tarif penerbangan," kata Chun.

Wakil gubernur Bank of Korea (BOK) mengatakan pekan ini sudah saatnya mempertimbangkan kenaikan suku bunga, karena tekanan inflasi masih tinggi bahkan setelah langkah-langkah kebijakan diterapkan. 

Baca Juga: Jelaskan Risiko Penularan Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO: Kami Tahu Anda Takut

Pembatasan harga bahan bakar nasional diperkenalkan pada bulan Maret untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade.

Bank of Korea (BOK), yang mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan lalu di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait perang Iran, akan mengadakan pertemuan berikutnya pada 28 Mei.