Inflasi Kuartal I-2026 Diproyeksi Naik Imbas Diskon Listrik dan Lonjakan Harga Emas



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual memproyeksikan inflasi pada kuartal I-2026 cenderung sedikit akseleratif, seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat pada periode musiman awal tahun.

David menjelaskan, dorongan inflasi pada tiga bulan pertama 2026 terutama berasal dari momentum hari besar keagamaan, seperti hari raya Imlek, bulan puasa, dan Lebaran, yang secara historis mendorong kenaikan permintaan domestik. 

“Untuk kuartal I-2026, inflasi secara umum akan sedikit akseleratif karena efek hari raya Imlek, puasa, dan Lebaran,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (1/2/2026).


Baca Juga: Sentimen MSCI dan Tekanan Global Bayangi Pergerakan Rupiah pada Februari 2026

Pada awal tahun, tekanan inflasi Januari 2026 diproyeksikan mengalami akselerasi secara tahunan menjadi 3,81% year on year (yoy), meskipun secara bulanan diperkirakan melandai ke 0,10% month on month (mom). Sementara itu, inflasi inti diperkirakan mencapai 2,45% yoy dan 0,37% mom.

Sebagai perbandingan, inflasi pada Januari 2025 tercatat sebesar 0,76% yoy dan 0,76% mom, dengan inflasi inti masing-masing sebesar 2,36% yoy dan 0,30% mom. 

Menurut David, akselerasi inflasi di awal tahun ini sebagian besar dipicu oleh efek basis rendah (low base effect) dari kebijakan diskon tarif listrik yang lebih luas pada Januari tahun lalu. 

“Inflasi Januari akselerasi karena efek low base diskon listrik tahun lalu. Diskon listrik di Januari masih ada, tapi sangat terbatas hanya untuk pelanggan 450 VA. Tahun 2025 lalu diskon berlaku hingga pelanggan 2.200 VA,” imbuhnya.

Meski demikian, tekanan inflasi dari sisi harga pangan dinilai masih relatif terbatas. David menyebut, sebagian besar harga bahan pokok justru mengalami penurunan. 

Baca Juga: Jangkau 60 Juta Penerima Manfaat, MBG Gandeng 69.551 UMKM Pemasok Bahan Baku

“Sebagian besar harga bahan pokok sebenarnya turun, terutama bawang-bawangan dan cabai,” katanya.

Di sisi lain, inflasi inti menunjukkan kecenderungan meningkat. David menuturkan bahwa akselerasi inflasi inti masih didorong oleh kenaikan harga emas, yang tetap menjadi faktor utama penekan inflasi inti di tengah permintaan yang solid.

Selanjutnya: Hasil Thailand Masters 2026, Indonesia Borong 4 Gelar Juara

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026, Indonesia Borong 4 Gelar Juara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News