Inflasi lemah, bank sentral eropa tambah stimulus?



FRANKFURT. Inflasi di kawasan Uni Eropa melambat di bulan November  2014 dan menyentuh angka terendah dalam lima tahun terakhir. Banyak pihak pun mendorong Bank Sentral Eropa memperluas program stimulusnya.

Kantor Statistik Uni Eropa di Luksemburg melaporkan, indeks harga konsumen di bulan lalu hanya naik 0,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Angka itu sesuai dengan median perkiraan 41 ekonom dalam survei Bloomberg News.

Asal tahu saja, inflasi di kawasan Uni Eropa lebih rendah dari target 2% selama tahun ini. Lembaga statistik tersebut memperkirakan, rata-rata inflasi hanya 1,1% pada tahun 2015 dan 1,4% di tahun 2016. "Kami harus sangat waspada agar rendahnya inflasi tidak meresap melalui ekonomi," ujar Mario Draghi, Presiden Bank Sentral Eropa seperti dikutip Bloomberg.


Perlambatan laju inflasi ini disebabkan oleh penurunan harga minyak mentah dunia. Laporan Eurostat menunjukkan, harga energi turun 2,5% pada November 2014 dari bulan yang sama di tahun lalu.

Harga minyak mentah jatuh lebih dari 30% dalam tiga bulan terakhir. "Penurunan inflasi karena harga minyak mentah terus menerus tergelincir turun," ujar Howard Archer, Kepala Ekonom Eropa IHS Global Insight, London.

Data kemarin menunjukkan, indeks harga konsumen di Spanyol juga turun 0,5% di bulan ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini tingkat tercepat deflasi sejak tahun 2009. Di Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, inflasi juga telah melambat sejak Februari 2010.

Kondisi inflasi yang kian rendah ini akan semakin menekan Bank Sentral Eropa untuk mengucurkan stimulus demi menghidupkan kembali perekonomian.  "Skala masalah inflasi semakin diperhatikan seiring dengan berjalannya waktu," ujar Colin Bermingham, ekonom BNP Paribas SA di London. Menurut Colin, angka inflasi akan menjadi kunci untuk membenarkan perluasan program pembelian aset yang sudah ada.

Namun, beberapa pembuat kebijakan memberi sinyal, pertemuan di minggu ini bukan waktu yang tepat untuk pembicaraan stimulus. Vitor Constancio, Wakil Presiden Bank Sentral Eropa mengatakan, agenda pertemuan pekan ini adalah mempertimbangkan alat-alat pengukur baru untuk kuartal berikutnya.

Editor: Hendra Gunawan