Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan bagi Asuransi Kesehatan Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi medis yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir turut menekan kinerja asuransi kesehatan di industri asuransi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan fenomena inflasi medis masih menjadi salah satu tantangan utama bagi industri asuransi kesehatan pada tahun ini.

Senada dengan OJK, Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo juga memperkirakan inflasi medis masih menjadi salah satu tantangan bagi industri asuransi kesehatan pada 2026. Dia bilang kondisi tersebut tentunya perlu diwaspadai oleh industri asuransi umum dan asuransi jiwa.

Untuk mengantisipasi tekanan inflasi medis, Irvan mengatakan industri asuransi dapat menerapkan strategi preventif, seperti program kesehatan karyawan atau wellness program.


"Selain itu, menerapkan sistem co-payment dan analisis data kesehatan untuk memantau tren penyakit dan efisiensi biaya. Ditambah, evaluasi polis secara berkala dan penggunaan teknologi kesehatan," kata Irvan kepada Kontan, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga: Merger Aset Manajer, BNI Lepas 99,9% Saham BNI Aset Manajemen ke Danantara

Selain inflasi medis, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan tingginya utilisasi layanan kesehatan serta kebutuhan penguatan manajemen risiko dan pengendalian klaim juga menjadi tantangan bagi industri asuransi kesehatan.

Imbas dari tingginya inflasi medis dalam beberapa tahun terakhir, Ogi menerangkan terdapat perusahaan asuransi yang pada akhirnya melakukan penyesuaian strategi pemasaran produk kesehatan.

Namun, Ogi menilai dengan adanya penguatan tata kelola melalui Peraturan OJK (POJK) 36/2025 tentang Ekosistem Asuransi Kesehatan, sektor asuransi kesehatan diharapkan dapat berkembang lebih sehat dan berkelanjutan. Selain itu, diharapkan juga tetap menjadi salah satu area penting dalam pengembangan produk asuransi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News