Inflasi Medis Naik Didorong Inovasi, Peran Asuransi Semakin Penting Sebagai Solusi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi medis semakin sering menjadi perhatian seiring naiknya biaya layanan kesehatan, mulai dari rawat inap, obat-obatan, hingga premi asuransi. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat yang ingin tetap memperoleh layanan terbaik tanpa terbebani biaya tinggi.

Kenaikan inflasi medis sebetulnya lebih didorong perkembangan teknologi dan inovasi medis. Berbagai terobosan, seperti alat diagnostik canggih dan terapi modern, membutuhkan investasi riset besar yang turut mendorong naiknya biaya perawatan.

Namun, inovasi sangat diperlukan agar layanan kesehatan menjadi lebih efektif, akurat, dan personal. Deteksi penyakit dapat dilakukan lebih dini, pengobatan lebih tepat sasaran, serta pemulihan pasien lebih cepat dengan risiko komplikasi yang lebih rendah.


Inovasi medis memberikan dampak besar bagi pasien, khususnya dalam penanganan penyakit jantung. WHO mencatat sekitar 17,8 juta kematian per tahun atau satu dari tiga kematian global disebabkan oleh penyakit ini. 

Baca Juga: Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan bagi Lini Asuransi Kesehatan

Wishnu Aditya Widodo, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi RS Pondok Indah menyemut,  perkembangan teknologi medis memungkinkan tindakan yang lebih akurat dan tidak berlebihan. 

Teknologi seperti Fractional Flow Reserve (FFR) membantu dokter menilai apakah penyumbatan benar-benar mengganggu aliran darah. Dengan sensor tekanan sangat kecil, FFR dapat mencegah pemasangan stent yang tak diperlukan. “Bahkan di beberapa kasus mengurangi jumlah stent yang direncanakan sehingga pasien hanya menjalani tindakan yang benar-benar dibutuhkan,” jelasnya dalam keterangan, Senin (20/4/2026).

Selain itu, teknologi Intravascular Ultrasound (IVUS) dan Optical Coherence Tomography (OCT) berperan sebagai mata di dalam pembuluh darah yang memberikan gambaran sangat detail hingga skala mikrometer. Menurut Wishnu, teknologi ini memastikan stent terpasang dengan sempurna tanpa celah, sehingga aliran darah kembali optimal dan risiko komplikasi jangka panjang seperti penyumbatan ulang dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga: AAUI Sebut Inflasi Medis Paling Berpengaruh pada Asuransi Kesehatan Segmen Individu

Di tengah inflasi medis dan pesatnya inovasi kesehatan, kepemilikan asuransi kesehatan yang memadai menjadi semakin penting. Chief Marketing Officer AIA, Kathryn Parapak, mengatakan asuransi kesehatan membantu masyarakat tetap dapat mengakses layanan medis berteknologi tinggi yang biayanya terus meningkat. 

“Oleh karena itu, perencanaan keuangan melalui asuransi kesehatan bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas hidup,” kata Kathryn dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Ia menekankan pentingnya perlindungan yang mencakup akses ke pengobatan terkini. Produk tambahan seperti Premier Hospital and Surgical Extra (PHSE) dan Premier Hospital and Surgical Plus (PHS Plus) dari AIA memberikan perlindungan untuk penyakit serius serta akses ke layanan medis modern di dalam maupun luar negeri sesuai ketentuan polis.

Dengan perlindungan yang komprehensif, kata Kathryn, nasabah dapat lebih tenang menghadapi risiko kesehatan dan fokus pada pemulihan tanpa terbebani biaya,” ujar Kathryn.

Meski inflasi medis menjadi tantangan, perkembangan teknologi kesehatan juga membuka peluang layanan yang lebih baik. Dengan perencanaan yang tepat, masyarakat tetap dapat memperoleh akses perawatan yang dibutuhkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News