KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Samuel Sekuritas Indonesia menilai peningkatan inflasi menunjukkan kenaikan harga/biaya yang semakin meluas ke berbagai sektor dan bukan hanya sektor pangan. Hal ini setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi utama Indonesia meningkat menjadi 3,08% secara year on year (YoY) pada Mei 2026, naik dari 2,42% YoY pada April, menandai angka inflasi terkuat sejak September 2025. Harry Su, Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan, angka tersebut sedikit di atas ekspektasi pasar sebesar 2,97%, tetapi secara umum sejalan dengan perkiraan Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) sebesar 3,09%. Ini menunjukkan bahwa kenaikan tekanan harga baru-baru ini sebagian besar telah diantisipasi dan berada dalam kisaran target Bank Indonesia sebesar 2,5% ±1%. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh rebound tajam inflasi pangan, yang meningkat menjadi 4,94% YoY dari 3,06% YoY sebelumnya, level tertinggi dalam delapan bulan. Harga komoditas pangan utama yang lebih tinggi, dikombinasikan dengan biaya distribusi dan logistik yang tinggi di beberapa wilayah, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan tersebut.
Inflasi Melonjak, Alarm Kenaikan Biaya Semakin Meluas
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Samuel Sekuritas Indonesia menilai peningkatan inflasi menunjukkan kenaikan harga/biaya yang semakin meluas ke berbagai sektor dan bukan hanya sektor pangan. Hal ini setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi utama Indonesia meningkat menjadi 3,08% secara year on year (YoY) pada Mei 2026, naik dari 2,42% YoY pada April, menandai angka inflasi terkuat sejak September 2025. Harry Su, Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan, angka tersebut sedikit di atas ekspektasi pasar sebesar 2,97%, tetapi secara umum sejalan dengan perkiraan Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) sebesar 3,09%. Ini menunjukkan bahwa kenaikan tekanan harga baru-baru ini sebagian besar telah diantisipasi dan berada dalam kisaran target Bank Indonesia sebesar 2,5% ±1%. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh rebound tajam inflasi pangan, yang meningkat menjadi 4,94% YoY dari 3,06% YoY sebelumnya, level tertinggi dalam delapan bulan. Harga komoditas pangan utama yang lebih tinggi, dikombinasikan dengan biaya distribusi dan logistik yang tinggi di beberapa wilayah, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan tersebut.
TAG: