KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi dan avtur menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar kedua setelah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini mengatakan, inflasi pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,28% secara bulanan (month to month/mtm) dan 3,08% secara tahunan (year on year/yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Menurut Pudji, salah satu sumber tekanan inflasi berasal dari penyesuaian harga energi, terutama kenaikan harga LPG non-subsidi dan bahan bakar pesawat terbang (avtur).
Inflasi Naik 3,08%, Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi, LPG dan Avtur Picu Inflasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi dan avtur menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar kedua setelah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini mengatakan, inflasi pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,28% secara bulanan (month to month/mtm) dan 3,08% secara tahunan (year on year/yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Menurut Pudji, salah satu sumber tekanan inflasi berasal dari penyesuaian harga energi, terutama kenaikan harga LPG non-subsidi dan bahan bakar pesawat terbang (avtur).
TAG: