Inflasi Produsen China Sentuh Level Tertinggi Hampir 4 Tahun pada Mei 2026



KONTAN.CO.ID - Inflasi produsen di China terus meningkat pada Mei 2026 dan mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.

Kenaikan tersebut mencerminkan masih kuatnya tekanan biaya akibat tingginya harga energi global di tengah ketegangan geopolitik yang berlangsung.

Baca Juga: Tiga Bank Terbesar Jepang Siap Terbitkan Stablecoin pada 2027


Melansir Reuters, Data Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China yang dirilis Rabu (10/6/2026) menunjukkan, indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) naik 3,9% secara tahunan (year on year/YoY) pada Mei 2026.

Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan 2,8% pada April dan melampaui perkiraan ekonom dalam survei Reuters yang memproyeksikan kenaikan sebesar 3,8%.

Kenaikan ini juga menjadi yang tertinggi sejak Juli 2022, menandakan tekanan biaya di sektor manufaktur masih terus meningkat.

Sementara itu, indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) China naik 1,2% secara tahunan pada Mei 2026.

Angka tersebut sama dengan capaian bulan sebelumnya, namun sedikit di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 1,3%.

Baca Juga: Harga Emas Jatuh Lebih dari 1% Rabu (10/6), Dipicu Konflik AS-Iran & Lonjakan Minyak

Secara bulanan, CPI tercatat turun 0,1%, sejalan dengan perkiraan analis. Kondisi ini berbalik dibandingkan April yang mencatat kenaikan 0,3% secara bulanan.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun tekanan harga di tingkat produsen semakin kuat akibat lonjakan biaya energi, permintaan konsumen domestik masih relatif moderat sehingga laju inflasi konsumen belum mengalami percepatan signifikan.

Perkembangan inflasi di China menjadi perhatian pelaku pasar global mengingat negara tersebut merupakan konsumen energi terbesar dunia sekaligus pusat manufaktur utama yang memasok berbagai produk ke pasar internasional.

Kenaikan harga produsen yang berkelanjutan berpotensi meningkatkan biaya produksi berbagai sektor industri dan pada akhirnya dapat diteruskan ke konsumen apabila tekanan biaya terus berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.