Inflasi September 2026 Diprediksi Naik Jadi 3,28%, Didorong Kenaikan Harga Cabai



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan mencatatkan inflasi yang meningkat pada September 2026.

Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz memperkirakan, inflasi bulanan pada September 2026 akan mencapai kisaran 0,30% month to month (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 0,12% mtm.

Sementara itu, secara tahunan inflasi diperkirakan mencapai atau 3,28% year on year (yoy), sedikit meningkat dari 3,19% yoy pada Agustus 2026.


Baca Juga: Neraca Perdagangan Diramal Kembali Defisit Pada Agustus 2026, Ini Penyebabnya

“Pendorong utamanya berasal dari volatile food, khususnya kenaikan harga cabai. Inflasi inti kami perkirakan sekitar 0,28% mtm atau 3,02% yoy, antara lain dipengaruhi harga emas dan faktor musiman pendidikan,” tutur Faiz kepada Kontan, Senin (28/9/2026).

Sementara itu, tekanan inflasi harga yang diatur pemerintah diperkirakan relatif terbatas karena tidak terdapat penyesuaian harga BBM subsidi maupun tarif listrik.

“Dengan demikian, kenaikan inflasi September menurut kami lebih banyak berasal dari pangan dan beberapa komponen inti, bukan kenaikan harga yang bersifat menyeluruh,” ungkapnya.

Sampai akhir tahun, Faiz memperkirakan inflasi berada di kisaran 3,3% hingga 3,5% yoy. Perkiraan inflasi tersebut masih dalam sasaran BI yakni 2,5±1%.

Baca Juga: Pemerintah Dorong APBN 2027 Ciptakan Lebih Banyak Lapangan Kerja Formal

Meski demikian, ia melihat risikonya pendorong inflasi akan cenderung ke atas, disebabkan kenaikan harga pangan, ketidakpastian harga energi global, dan pelemahan rupiah.

“Jadi tekanan inflasi belum berlebihan, tetapi ruang disinflasi ke depan semakin terbatas,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News