JAKARTA. Inflasi September 2015 diperkirakan tidak akan setinggi Agustus 2015 yang sebesar 0,39% (bulanan). Inflasi pada September diperkirakan hanya akan mendekati 0,1%, bahkan terjadi deflasi. Inflasi rendah ini di sisi lain menunjukkan daya beli masyarakat kian turun. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, efek kemarau panjang baru akan dirasakan dampaknya pada inflasi dalam beberapa bulan mendatang. Apalagi stok pangan saat ini masih tertolong dari hasil panen sebelumnya. "Penurunan hasil panen di musim kemarau ini akan berdampak pada stok beberapa bulan ke depan," katanya, Senin (28/9). Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Arifianto juga memperkirakan, inflasi September cenderung rendah. Doddy bilang, selama bulan Agustus dan September ini tidak ada kebijakan yang bisa mengubah inflasi inti atau core inflation, sehingga tekanan inflasi menjadi lemah. Sebab itu, Doddy memperkirakan inflasi September akan berada sekitar 0,1%.
Inflasi September bisa hanya 0,1%
JAKARTA. Inflasi September 2015 diperkirakan tidak akan setinggi Agustus 2015 yang sebesar 0,39% (bulanan). Inflasi pada September diperkirakan hanya akan mendekati 0,1%, bahkan terjadi deflasi. Inflasi rendah ini di sisi lain menunjukkan daya beli masyarakat kian turun. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, efek kemarau panjang baru akan dirasakan dampaknya pada inflasi dalam beberapa bulan mendatang. Apalagi stok pangan saat ini masih tertolong dari hasil panen sebelumnya. "Penurunan hasil panen di musim kemarau ini akan berdampak pada stok beberapa bulan ke depan," katanya, Senin (28/9). Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Arifianto juga memperkirakan, inflasi September cenderung rendah. Doddy bilang, selama bulan Agustus dan September ini tidak ada kebijakan yang bisa mengubah inflasi inti atau core inflation, sehingga tekanan inflasi menjadi lemah. Sebab itu, Doddy memperkirakan inflasi September akan berada sekitar 0,1%.