Inflasi Tahunan Filipina Melonjak ke 4,1% pada Maret 2026



KONTAN.CO.ID - Inflasi tahunan Filipina meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Maret, terutama terdorong oleh kenaikan biaya transportasi, menurut Badan Statistik Filipina.

Melansir Reuters Selasa (7/4/2026), Indeks harga konsumen (CPI) tercatat naik 4,1% pada Maret dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meningkat tajam dari 2,4% pada Februari dan melampaui perkiraan median 3,7% dalam jajak pendapat Reuters.

Baca Juga: Tanggapi Keluhan Eropa, China Rilis Pedoman Baru E-commerce


Inflasi inti, yang mengecualikan harga makanan dan energi yang fluktuatif, juga meningkat menjadi 3,2% pada Maret dari 2,9% pada Februari. Tingkat inflasi ini merupakan yang tertinggi sejak Juli 2024.

Sub-indeks transportasi mencatat kenaikan tahunan 9,9%, menjadi salah satu faktor utama pendorong inflasi bulan ini.

Bank sentral Filipina sebelumnya memproyeksikan inflasi tahunan Maret berada dalam kisaran 3,1% hingga 3,9%.

Dalam pertemuan off-cycle pada 26 Maret, bank sentral mempertahankan suku bunga acuan di 4,25%, dengan fokus kebijakan pada dampak lanjutan dari lonjakan harga minyak global.

Baca Juga: SpaceX Siapkan IPO Raksasa, Incar Investor Ritel dan Roadshow Juni 2026

Tinjauan kebijakan moneter berikutnya dijadwalkan pada 23 April 2026.

Ekonom Rafael Buenaventura mengatakan, “Kenaikan transportasi dan energi masih menjadi risiko utama inflasi. Meskipun inflasi inti relatif terkendali, tekanan harga global bisa memengaruhi konsumen lokal.”

TAG: