Inflasi Tinggi Bisa Berpengaruh pada Penurunan Pasar Tenaga Kerja



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tingginya inflasi yang terjadi di sejumlah wilayah di dunia perlu diwaspadai oleh negara-negara lainnya, sebab ini bisa mempengaruhi turunnya pasar tenaga kerja.

Ekonom dari Peterson Institute for International Economics, Maurice Obstfeld, mengatakan dirinya melihat adanya penurunan inflasi yang cukup rendah, namun ini masih sesuai dengan target inflasi di beberapa negara.

“Tapi tidak dengan Indonesia, di mana tingkat inflasinya tetap di tengah-tengah memang seperti yang diharapkan atau seharusnya,” ujarnya di Mandiri Investment Forum (MIF) 2024, di Jakarta, Selasa (5/3).


Baca Juga: Resesi Global dan Kenaikan Harga Pangan Membayangi Perekonomian Indonesia

Maurice menyebutkan, ada beberapa wilayah yang memiliki tingkat inflasi tinggi seperti, Amerika, Eropa dan Inggris. Menurutnya, AS tidak akan memotong tingkat suku bunga paling tidak hingga semester II 2024.

“Tapi wanti-wantinya adalah bahwa ada penurunan di pasar tenaga kerja dan ada peristiwa lain yang mengarah pada turunnya perkiraan suku bunga di AS,” sebutnya.

Baca Juga: Hasil Akuisisi Mulai Beri Kontribusi, Begini Rekomendasi Saham MEDC

Meski begitu, Maurice mengungkapkan, hal tersebut tidak akan terjadi dalam waktu yang cepat di mana dia melihat tidak ada kenaikan suku bunga di AS tahun ini. "Sebenarnya The Fed memilih strategi untuk menjaga tingkat suku bunga di level saat ini, yang memang agak restriktif,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli