KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tetap stabil di level 3,75%-4%, seperti yang diharapkan. The Fed memilih untuk menunda perubahan apa pun pada biaya pinjaman hingga setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS) yang digelar minggu depan dan menunggu data lebih lanjut tentang laju inflasi. Keputusan mempertahankan suku bunga tidak mendapat suara bulat. Di mana, Gubernur Fed Lisa Cook, yang saat ini menjadi target Presiden Donald Trump untuk dicopot dari bank sentral, memilih kenaikan suku bunga 25 basis poin. Demikian pula Presiden Fed Cleveland Beth Hammack, seorang tokoh yang secara konsisten berpandangan keras, yang juga memilih kenaikan suku bunga pada bulan Juli dengan alasan yang sama. Selain mempertahankan suku bunga, The Fed juga mengakui bahwa inflasi "tetap tinggi," meningkatkan penilaiannya terhadap perekonomian, dan mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin akan terjadi tergantung pada kinerja inflasi.
Inflasi Tinggi, The Fed Tetap Pertahankan Suku Bung di Kisaran 3,75%-4%
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tetap stabil di level 3,75%-4%, seperti yang diharapkan. The Fed memilih untuk menunda perubahan apa pun pada biaya pinjaman hingga setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS) yang digelar minggu depan dan menunggu data lebih lanjut tentang laju inflasi. Keputusan mempertahankan suku bunga tidak mendapat suara bulat. Di mana, Gubernur Fed Lisa Cook, yang saat ini menjadi target Presiden Donald Trump untuk dicopot dari bank sentral, memilih kenaikan suku bunga 25 basis poin. Demikian pula Presiden Fed Cleveland Beth Hammack, seorang tokoh yang secara konsisten berpandangan keras, yang juga memilih kenaikan suku bunga pada bulan Juli dengan alasan yang sama. Selain mempertahankan suku bunga, The Fed juga mengakui bahwa inflasi "tetap tinggi," meningkatkan penilaiannya terhadap perekonomian, dan mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin akan terjadi tergantung pada kinerja inflasi.
TAG: