Inflasi Vietnam Meningkat ke 3,35% pada Februari, Produksi Industri Melambat



KONTAN.CO.ID - Harga konsumen di Vietnam pada Februari 2026 naik 3,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data pemerintah yang dirilis Jumat (6/3/2026), meningkat dari 2,5% di Januari.

Sementara itu, produksi industri bulan Februari hanya tumbuh 1% secara tahunan, melambat signifikan dibandingkan lonjakan 21,5% di Januari, menurut laporan dari Biro Statistik Nasional Vietnam (NSO).

Baca Juga: Rupiah Memimpin Pelemahan Jumat (6/3), Won Korea Paling Menguat di Pasar Asia


Data perdagangan luar negeri menunjukkan:

  • Ekspor Februari naik 5,7% menjadi US$33,06 miliar.
  • Impor Februari meningkat 4,4% menjadi US$34,1 miliar, menghasilkan defisit perdagangan sebesar US$1,04 miliar.
  • Untuk dua bulan pertama 2026, ekspor naik 18,3% menjadi US$76,36 miliar, sementara impor melonjak 26,3% menjadi US$79,34 miliar, mencatat defisit perdagangan US$2,98 miliar.
Baca Juga: Peluang Kerja Lulusan Singapura Turun: Gaji Tetap, Risiko Sulit Cari Kerja

Aliran investasi asing langsung (FDI) pada dua bulan pertama tahun ini meningkat 8,8% menjadi US$3,21 miliar, menunjukkan minat investor tetap kuat meskipun terjadi perlambatan produksi industri.

Analis mencatat bahwa kenaikan inflasi dan melambatnya produksi industri mencerminkan tekanan dari kenaikan harga global serta tantangan rantai pasok, tetapi prospek ekonomi Vietnam tetap stabil dengan dukungan ekspor dan aliran FDI yang solid.