KONTAN.CO.ID - Tekanan inflasi di Vietnam meningkat pada Mei 2026, sementara defisit perdagangan negara tersebut semakin melebar seiring dampak konflik Iran yang mulai terasa terhadap perekonomian negara Asia Tenggara tersebut. Melansir
Reuters, data yang dirilis Kantor Statistik Nasional Vietnam (NSO) pada Rabu (3/6/2026) menunjukkan, inflasi tahunan mencapai 5,6% pada Mei, lebih tinggi dibandingkan 5,46% pada April.
Baca Juga: Rupiah Sentuh Rekor Terendah Baru terhadap Dolar AS, Tertekan Ketidakpastian Global Di sektor perdagangan, ekspor Vietnam pada Mei tumbuh 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi US$ 46,93 miliar. Namun, impor melonjak lebih tinggi, yakni 33,8% menjadi US$ 52,14 miliar. Lonjakan impor tersebut menyebabkan defisit perdagangan mencapai US$ 5,21 miliar pada Mei, lebih besar dibandingkan defisit US$ 3,28 miliar yang tercatat pada April. Meski ekspor masih tumbuh kuat, lajunya melambat dibandingkan April yang mencatat pertumbuhan 21% secara tahunan. Sebaliknya, pertumbuhan impor meningkat tipis dari 32,5% pada April menjadi 33,8% pada Mei. Secara kumulatif selama Januari-Mei 2026, nilai ekspor Vietnam meningkat 19,5% menjadi US$ 215,66 miliar.
Baca Juga: Harga Minyak Naik 3 Hari Beruntun Akibat Konflik Timur Tengah, Saham AI Tetap Menguat Sementara itu, impor melonjak 30,8% menjadi US$ 229,46 miliar, sehingga menghasilkan defisit perdagangan sebesar US$ 13,8 miliar dalam lima bulan pertama tahun ini. Dari sektor industri, produksi industri Vietnam tumbuh 8,8% pada Mei dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 9,9% yang dicatat pada April. Perlambatan ini mengindikasikan aktivitas manufaktur mulai menghadapi tantangan di tengah meningkatnya biaya dan ketidakpastian global. Di sisi konsumsi domestik, penjualan ritel tetap menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan 11,8% secara tahunan pada Mei. Sementara itu, arus investasi asing langsung (FDI) yang masuk ke Vietnam selama Januari-Mei mencapai US$ 9,75 miliar, meningkat 9,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Tanker Minyak dan LNG Mulai Melintas, Harapan Pembukaan Selat Hormuz Menguat Meski masih mencatat pertumbuhan positif, laju peningkatan investasi asing tersebut sedikit melambat dibandingkan periode Januari-April yang mencatat kenaikan 9,8%. Data terbaru ini menunjukkan perekonomian Vietnam masih mampu mempertahankan pertumbuhan ekspor, konsumsi, dan investasi. Namun, meningkatnya inflasi serta pelebaran defisit perdagangan menjadi tantangan yang perlu diwaspadai di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga energi serta rantai pasok internasional.