Inflasi yang rendah jadi pertimbangan BI turunkan suku bunga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memberi sinyal suku bunga acuan alias BI-7DRRR (Days Reverse Repo Rate) akan diturunkan. Meskipun belum secara gamblang dijelaskan mengenai waktunya.

"Tidak ada keperluan untuk kita menahan suku bunga yang tinggi," jelas Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, Jumat (1/3).

Hal ini dilihat dari inflasi yang terkendali di level yang rendah. Seperti yang diketahui inflasi sepanjang tahun 2018 tercatat 3,13%. Sedangkan inflasi Januari-Februari 2019 tercatat 0,24%.


Namun, apabila melihat defisit ekspor barang dan jasa itu masih tinggi, BI tetap mengambil langkah hati-hati. Tahun lalu tercatat defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) tercatat US$ 31,1 miliar.

Setara dengan 2,98% dari produk domestik bruto (PDB)."KIta ingin ke 2,5% dari PDB," imbuh Mirza.

Kabar baiknya, BI melihat tahun ini untuk ekonomi Indonesia memiliki ruang yang lebih longgar dan lebih baik darir 2015. Sebab suku bunga Amerika Serikat (AS) diperkirakan hampir mencapai puncaknya. Sehingga situasi moneter di tahun 2019 lebih baik.

Mirza juga optimistis pertumbuhan ekonomi sepanjang 2019 bisa menyentuh angka 5,2% hingga 5,3%.

"Possible (mungkin) di tahun ini ya paling mencapai 5.2%. Di semester 2 bisa 5,3%. Kalau semester 1 sepertinya tidak," imbuh Mirza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli