Inflasi Zona Euro Naik Menjadi 3,2% di Agustus, Tekanan Harga Energi Meningkat



KONTAN.CO.ID - LUKSEMBURG. Inflasi tahunan zona euro kembali meningkat pada Agustus 2026. Berdasarkan rilis Eurostat, Kamis (17/9/2026), inflasi berdasarkan Harmonised Index of Consumer Prices (HICP) mencapai 3,2%.

Realisasi tersebut naik dari 2,9% pada Juli. Kendati begitu, realisasi tersebut sedikit lebih rendah dibanding konsensus proyeksi ekonom, yang memprediksi inflasi mencapai 3,3%. Setahun sebelumnya, inflasi zona euro masih berada di level 2,0%.

Kenaikan juga terjadi di tingkat Uni Eropa. Inflasi tahunan EU mencapai 3,2% pada Agustus, naik dari 3,0% pada Juli dan 2,4% pada Agustus 2025. Secara bulanan, inflasi zona euro dan Uni Eropa sama-sama tercatat 0,4% pada Agustus.


Tekanan inflasi zona euro pada Agustus terutama datang dari sektor energi dan jasa. Perkembangan komponen energi menunjukkan peningkatan tekanan yang cukup tajam.

Inflasi energi mencapai 14,3% secara tahunan pada Agustus, dibandingkan 10,3% pada Juli. Secara bulanan, harga energi naik 2,9% pada Agustus.

Baca Juga: Bank of England (BoE) Pertahankan Suku Bunga, Inflasi Tinggi Membayangi

Sebaliknya, inflasi jasa sedikit melandai. Inflasi jasa turun dari 3,3% pada Juli menjadi 3,0% pada Agustus. Secara bulanan, harga jasa tidak berubah atau mencatat inflasi 0,0%.

Sementara itu, inflasi makanan, alkohol dan tembakau kembali melambat. Kelompok tersebut mencatat inflasi tahunan 1,1% pada Agustus, turun dari 1,2% pada Juli. Secara bulanan, harga kelompok ini tidak berubah. Inflasi makanan yang belum diproses tercatat 2,7%, naik dari 2,4% pada Juli.

Jika energi dikeluarkan, inflasi tahunan zona euro justru berada pada 2,1% pada Agustus, turun dari 2,2% pada Juli. Ukuran yang mengecualikan energi dan makanan yang belum diproses juga turun menjadi 2,1% dari 2,2%.

Sementara, inflasi inti, yang tidak memperhitungkan energi, makanan, alkohol dan tembakau, berada pada 2,4% pada Agustus, turun dari 2,5% pada Juli. Realisasi tersebut sesuai konsensus proyeksi ekonom.

Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan inflasi umum pada Agustus terutama terjadi bersamaan dengan meningkatnya tekanan dari energi.

Baca Juga: Kremlin: Sanksi Baru AS Akan Persulit Upaya Damai Rusia-Ukraina

Kenaikan inflasi terjadi di sebagian besar negara anggota Uni Eropa. Dibandingkan Juli 2026, inflasi tahunan turun di enam negara, tetap stabil di satu negara dan meningkat di 20 negara.

Romania mencatat inflasi tahunan tertinggi di Uni Eropa pada Agustus, yakni 6,3%. Berikutnya adalah Lithuania sebesar 5,6% dan Siprus sebesar 5,2%.

Sebaliknya, tingkat inflasi terendah tercatat di Swedia sebesar 0,3%, Estonia 1,3% dan Ceko sebesar 1,5%.

Di antara ekonomi terbesar zona euro, inflasi Jerman meningkat dari 2,8% pada Juli menjadi 2,9% pada Agustus. Prancis naik dari 2,4% menjadi 2,6%, sementara Spanyol meningkat dari 3,9% menjadi 4,6%. Italia naik dari 2,9% menjadi 3,2%.

Eurostat mencatat angka Agustus 2026 tersebut merupakan data final untuk inflasi zona euro. Sebelumnya, estimasi awal atau flash estimate yang diterbitkan pada 1 September 2026 menempatkan inflasi zona euro pada 3,3%.

Baca Juga: N. Chandrasekaran Kembali Pimpin Tata Sons, Ini Gurita Bisnisnya

Mulai 1 Januari 2026, Bulgaria menjadi anggota kawasan euro, sehingga agregat zona euro yang digunakan dalam rilis Eurostat berubah dari EA20 menjadi EA21. Karena itu, data agregat untuk Januari 2026 dan seterusnya menggunakan komposisi EA21.