InfraNexia Raup Pendapatan Rp 7,7 Triliun di Semester I, Bisnis Eksternal Kian Moncer



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) membukukan pendapatan sebesar Rp 7,7 triliun pada semester I-2026. Di tengah dominasi pendapatan dari ekosistem TelkomGroup, perusahaan juga mencatat pertumbuhan signifikan dari pelanggan eksternal.

Pendapatan dari pelanggan di luar TelkomGroup mencapai Rp 939 miliar pada semester I-2026 atau tumbuh 31% secara tahunan (year on year/YoY).

Baca Juga: Panorama Sentrawisata (PANR) Bukukan Pendapatan Rp 2,09 Triliun pada Semester I-2026


Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap layanan infrastruktur telekomunikasi yang dikelola perusahaan.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan pelaku industri, mulai dari operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), penyedia layanan digital, hingga pelanggan korporasi.

"Hal ini memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi yang terbuka untuk mendukung kebutuhan konektivitas industri secara lebih luas," ujar Lukman dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026).

Meski demikian, komposisi pendapatan InfraNexia masih didominasi oleh bisnis dari ekosistem TelkomGroup, sejalan dengan perannya dalam memenuhi kebutuhan konektivitas grup.

Baca Juga: Transnusa Perkuat Rute Jakarta-Bangkok dan Bali-Phuket Lewat Kerja Sama dengan TAT

Sejak pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang efektif berlaku pada 1 Januari 2026, InfraNexia memasuki fase baru dengan skala operasi dan kapasitas infrastruktur yang lebih besar.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengelola aset jaringan secara lebih fokus dan efisien, sekaligus membuka peluang monetisasi aset serta memperluas kolaborasi dengan pelanggan eksternal.

Dari sisi portofolio, segmen Wholesale Network yang meliputi Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia mencatat pertumbuhan pendapatan 12,7% YoY setelah pengelolaannya dialihkan ke InfraNexia.

Pertumbuhan itu didorong oleh permintaan yang tetap kuat terhadap layanan core network dan meningkatnya kebutuhan kapasitas jaringan seiring percepatan transformasi digital.

Sementara itu, segmen FTTx & Infrastructure Sharing juga terus memperkuat portofolio bisnis perusahaan. Melalui segmen ini, InfraNexia mengembangkan model penyediaan infrastruktur yang lebih efisien sekaligus memperluas peluang kolaborasi dengan berbagai pelaku industri.

Dari sisi profitabilitas, InfraNexia membukukan margin EBITDA sebesar 54,5% pada semester I-2026. Capaian tersebut ditopang oleh disiplin operasional, efisiensi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.

Baca Juga: LEPAS Catat Lebih dari 550 Test Drive di GIIAS 2026, Minat Mobil Listrik Meningkat

"Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing perusahaan. Selain memperbesar skala bisnis, kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri," ujar Lukman.

Sejalan dengan ekspansi bisnis tersebut, InfraNexia juga memperkuat kapasitas organisasinya. Jumlah karyawan meningkat dari 1.128 orang menjadi 1.338 orang sepanjang semester I-2026 guna mendukung kompleksitas operasional, pengembangan layanan, dan percepatan transformasi perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News