Infrastruktur dan Talenta Jadi Tantangan Pengembangan Kecerdasan Buatan d Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) di Indonesia membutuhkan kerjasama perusahaan teknologi dan pelaku industri.

Selain kesiapan infrastruktur, integrasi berbagai solusi teknologi dan pengembangan talenta juga menjadi faktor penting. Tujuannya agar pemanfaatan AI bisa memberikan nilai tambah.

Di tengah kebutuhan tersebut, PT Lintas Teknologi Indonesia  berupaya menjadi penghubung antara penyedia teknologi dan kebutuhan industri.


Presiden Direktur PT Lintas Teknologi Indonesia, Muhamad Paisol mengatakan, pihaknya berfokus mengorkestrasi berbagai kapabilitas teknologi agar dapat diterapkan menjadi solusi yang relevan.

Menurutnya, teknologi harus lebih dari sekadar inovasi. Teknologi perlu diintegrasikan menjadi solusi yang relevan, dapat diterapkan, dan menghasilkan dampak bagi pelanggan maupun masyarakat.

"Kami ingin, kesiapan AI dapat diterjemahkan menjadi nilai tambah dan dampak nyata bagi Indonesia,” ungkap Paisol, dalam rilis, Selasa (4/11). 

Baca Juga: Pemerintah Dorong Utilisasi Industri Pulp dan Kertas Tembus 80%

Untuk memperkuat kolaborasi tersebut, Lintas Teknologi menjalin dua kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Hong Kong, yakni Ambit Geospatial Solution dan VoteeAI.

Kerja sama dengan Ambit Geospatial Solution mencakup penjajakan pengembangan infrastruktur AI yang aman, penerapan geospatial A/i (GeoAI) untuk perencanaan kota pintar (smart city), serta pengembangan talenta digital lokal.

Sementara itu, kolaborasi dengan VoteeAI untuk mendukung pengembangan talenta dan ekosistem inovasi AI di Indonesia. Caranya melalui edukasi komunitas, demonstrasi produk, penguatan kapabilitas internal, serta penjajakan penerapan AI di sektor telekomunikasi.

Dalam kedua kemitraan tersebut, Lintas Teknologi berperan menghubungkan kebutuhan industri dengan peluang penerapan solusi. Adapun mitra teknologi berkontribusi melalui keahlian produk AI, dukungan teknis, dan materi pembelajaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News