KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Era revolusi industri 4.0 sedang menjadi buah bibir. Di satu sisi perubahan tersebut bisa membuka peluang baru, namun ada juga kekhawatiran revolusi industri yang mengarah pada automasi ini bakal mendorong permasalahan yang lain, terutama di sektor ketenagakerjaan. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan, revolusi industri akan membut Indonesia di tahun 2045, harus menghadapi tantangan dari sejumlah risiko-risiko pasar finansial global. Hal itu ditandai dengan anjloknya penjualan mobil, komunikasi bebas biaya, mobil dari baja daur ulang sehingga industri baja jatuh, dan maraknya mobil listrik sehingga mengancam keberlangsungan mobil BBM. Dalam menyikapi tantangan global tersebut, yang pertama perlu dilakukan Indonesia adalah bagaimana mengeliminasi gangguan yang berpotensi menghambat kemajuan. "Yang dilakukan untuk menghadapi tantangan kini adalah kolaborasi antara pemerintah-masyarakat-pelaku-usaha," kata Moeldoko, Selasa (3/7).
Infrastruktur jadi andalan hadapi revolusi industri
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Era revolusi industri 4.0 sedang menjadi buah bibir. Di satu sisi perubahan tersebut bisa membuka peluang baru, namun ada juga kekhawatiran revolusi industri yang mengarah pada automasi ini bakal mendorong permasalahan yang lain, terutama di sektor ketenagakerjaan. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan, revolusi industri akan membut Indonesia di tahun 2045, harus menghadapi tantangan dari sejumlah risiko-risiko pasar finansial global. Hal itu ditandai dengan anjloknya penjualan mobil, komunikasi bebas biaya, mobil dari baja daur ulang sehingga industri baja jatuh, dan maraknya mobil listrik sehingga mengancam keberlangsungan mobil BBM. Dalam menyikapi tantangan global tersebut, yang pertama perlu dilakukan Indonesia adalah bagaimana mengeliminasi gangguan yang berpotensi menghambat kemajuan. "Yang dilakukan untuk menghadapi tantangan kini adalah kolaborasi antara pemerintah-masyarakat-pelaku-usaha," kata Moeldoko, Selasa (3/7).