Inggris-Ukraina Kembangkan AI untuk Perang, Begini Cara Kerjanya



KONTAN.CO.ID - Inggris dan Ukraina meneken kerja sama untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) bagi pertahanan dan keamanan, termasuk memberikan akses kepada peneliti Inggris terhadap platform data medan perang Ukraina.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Kyiv pada Senin, 24 Agustus 2026, oleh Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Mengutip Reuters, melalui kerja sama ini, Inggris menjadi mitra internasional pertama yang mendapatkan akses ke Avengers AI Labs, laboratorium AI milik pemerintah Ukraina.


Platform tersebut dikembangkan menggunakan data yang dikumpulkan dari medan perang Ukraina dan telah digunakan untuk melatih sistem AI militer.

Baca Juga: AS hingga Indonesia, Ini 15 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar di Bank Sentral

Avengers AI Labs Gunakan 5 Juta Gambar

Menurut Kementerian Pertahanan Ukraina, Avengers AI Labs dibangun menggunakan dataset sekitar 5 juta gambar medan perang yang telah dianotasi.

Sebagian besar data tersebut berasal dari DELTA, sistem manajemen pertempuran dan kesadaran situasional yang dikembangkan Ukraina.

Data dikumpulkan dari berbagai kamera dan sensor yang tersebar di medan perang Ukraina. Informasi tersebut mencakup keberadaan tank, sistem artileri, drone, serta berbagai target militer lainnya.

Data tersebut kemudian digunakan untuk melatih model AI yang dapat membantu mengidentifikasi target secara otomatis.

Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan teknologi tersebut telah digunakan dalam sistem deteksi target otomatis yang menganalisis lebih dari 100.000 rekaman video drone setiap bulan.

Sistem itu disebut mampu mengidentifikasi sekitar 70% target musuh secara real time.

Baca Juga: 15 Negara Penghasil Kayu Terbesar Dunia, AS Kuasai 17% Produksi Global

Kembangkan AI untuk Drone

Dalam kesepakatan tersebut, Inggris dan Ukraina akan menjalankan sejumlah proyek percontohan di bidang pertahanan dan keamanan nasional.

Salah satu proyeknya akan mengembangkan teknologi yang memanfaatkan kabel serat optik sebagai sensor berbasis AI untuk membantu melindungi fasilitas militer.

Kedua negara juga akan melakukan riset terhadap chip AI berdaya rendah yang dapat digunakan pada drone dan sistem otonom.

Kerja sama tersebut akan melibatkan peneliti, insinyur, perusahaan teknologi, serta pakar militer dari Inggris dan Ukraina.

Sebelumnya, pemerintah Inggris juga mengumumkan langkah lain untuk memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina.

Inggris akan mengizinkan produsen rudal MBDA membuka informasi rahasia mengenai komponen buatan Inggris yang digunakan dalam rudal jelajah jarak jauh SCALP.

Informasi tersebut akan membantu upaya membangun lini perakitan rudal tersebut di Ukraina.

Baca Juga: Iran Peringatkan Kapal yang Melanggar Aturan di Selat Hormuz, Ancam Jatuhkan Denda