Ingin Akhiri Perang di Ukraina, Elon Musk Tantang Duel Vladimir Putin



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, Elon Musk telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pendukung paling kuat untuk Ukraina.

Melansir The Street, pemimpin bisnis yang lahir di Afrika Selatan itu, telah mengirim terminal Starlink yang diproduksi oleh perusahaan luar angkasanya yang lain, SpaceX, sehingga memungkinkan warga Ukraina terus mengakses internet meskipun dibombardir oleh Rusia.

Dia juga mengirim generator untuk terus memasok listrik ke kota-kota yang dihancurkan oleh tentara Rusia dan tidak pernah berhenti mengirim kata-kata dukungan ke Ukraina.


Tesla juga akan terus membayar karyawan Ukraina di wilayah Eropa-Timur Tengah-Afrika yang terkena wajib militer.

Seperti yang diketahui, dampak invasi Rusia ke Ukraina sangat besar, yakni telah menyebabkan ratusan kematian dan jutaan orang mengungsi.

Baca Juga: Visi Elon Musk Kembali Diuji, Ambisinya Kali Ini Memproduksi Baterai Lebih Murah

The Street yang mengutip The New York Times melaporkan, negosiator dari Rusia dan Ukraina bertemu lagi pada hari Senin untuk putaran pembicaraan lain yang bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari perang. Ini terus dilakukan meskipun pasukan Rusia memperluas serangan mereka yang menghancurkan dan Kremlin bersikeras bahwa mereka tidak akan mundur sampai "semua rencana" untuk invasi terpenuhi.

Duel Antara Musk dan Putin

Musk ingin menemukan jalan keluar dari konflik ini. Dalam serangkaian tweet pada hari Senin (14/3/2022), ia tampaknya memiliki ide, yang terdengar seperti duel, praktik abad ke-15 yang terkait dengan masalah kehormatan.

Miliarder itu telah meluncurkan tantangan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia menawarkan dirinya dalam pertarungan yang taruhannya adalah Ukraina.

Baca Juga: Para Miliarder Dunia Berganti Posisi, Berikut 10 Daftar Orang Terkaya Dunia Pekan Ini

"Dengan ini saya menantang адимир (Vladimir Putin) untuk pertempuran tunggal," tulis miliarder itu di akun Twitter-nya. "Pasaknya adalah аїна (Ukraina)," tambahnya.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie