Ingin Capai Marketing Sales Rp 1,8 Triliun, Ini Strategi Pakuwon Jati (PWON)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membidik perolehan marketing sales sebesar Rp 1,8 triliun di tahun 2022. Adapun, hingga semester pertama lalu PWON mengantongi 44% dari target marketing sales tahun ini atau sebesar Rp 800 miliar. 

"Target perusahaan Rp 1,8 triliun untuk 2022, jadi untuk semester kedua 2022 target kami Rp 1 triliun," ucap Direktur dan Sekretaris Perusahaan Pakuwon Jati Minarto Basuki kepada Kontan.co.id, Jumat (12/8). 

Sebagai gambaran, hingga semester pertama 2022, PWON membukukan marketing sales sebesar Rp 800 miliar. Mengutip catatan Kontan.co.id, komposisi dari marketing sales yang dicetak PWON itu meliputi landed houses sebesar 52%, kondominium 41%, dan perkantoran 7%.


Capaiannya ini didorong oleh berbagai insentif yang diberikan pemerintah untuk sektor properti, seperti perpanjangan insentif PPN DTP.

Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Raih Marketing Sales Rp 800 Miliar di Semester I-2022

Dari segi pendapatan, PWON tercatat membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 11,8% menjadi Rp 2,75 triliun selama semester pertama 2022. Recurring revenue PWON di enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp 1,78 triliun, atau tumbuh 34,1% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp 1,32 triliun.

Berdasarkan keterangan Pakuwon beberapa waktu lalu, pertumbuhan kinerja PWON di semester pertama 2022 didukung oleh pendapatan ritel mal sebanyak Rp 1,25 triliun serta pendapatan hotel sebesar Rp 346 miliar yang tumbuh signifikan 97,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 175 miliar.

Minarto pun berharap di semester kedua ini pertumbuhan bisnis di segmen ritel mal dan juga hotel dapat berjalan lebih maksimal. Mengingat mulai dilonggarkannya aturan PPKM serta lebih terkendalinya kasus Covid-19 yang sudah mulai terlihat sejak awal tahun 2022 ini. 

Baca Juga: Dari BMRI hingga PWON, Ini Saham-saham Jagoan Panin Sekuritas Sebulan ke Depan

Tak kalah penting, progres pemulihan ekonomi juga diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat ke depan, sehingga bisa mendorong para tenant untuk merealisasikan pembukaan outlet yang sempat tertunda akibat dampak dari pandemi Covid-19. 

"Kami juga menggandeng beberapa retailer yang mengusung brand baru untuk membuka outlet di mall kami. Ini sebagai upaya untuk terus meningkatkan daya tarik bagi pengunjung selain juga event-event promosi," ungkap Minarto. 

PWON tidak buka-bukaan terkait target bisnis tahun ini. Namun, melihat realisasi kinerja keuangan selama semester pertama 2022 memang terjadi pertumbuhan positif dari sisi pendapatan. 

Baca Juga: Persembahan Baru dari Pakuwon Group Proyek Superblok Pakuwon Residences Bekasi

Hingga semester pertama lalu, Pakuwon Jati telah mengucurkan dana capital expenditure (capex) sebesar Rp 286 miliar. Dia memerinci, dana capex tersebut antaranya digunakan untuk pembelian tanah, renovasi mall, serta biaya konstruksi proyek baru Pakuwon Mall Bekasi dan perluasan Pakuwon City Mall di Surabaya.

"Di semester kedua ini, alokasi target penggunaan capex masih untuk membiayai construction project baru Pakuwon Mall Bekasi dan perluasan Pakuwon City Mall. Selain itu juga rencana pembelian tanah," pungkas Minarto.

Dari sisi bottom line, PWON tercatat membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 753,50 miliar per semester pertama 2022. Jumlah ini lebih tinggi dari laba bersih pada semester pertama 2021 yang senilai Rp 526,15 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati