Ingin hemat biaya, Pertamina Hulu Mahakam terapkan teknologi tanpa rig



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil melakukan uji coba teknik tanpa rig (rigless) dengan penggunaan hydraulic workover unit (HWU) pada sumur-sumur komplesi di Blok Mahakam.

General Manager PHM John Anis menerangkan, penggunaan WHU merupakan alternatif pengganti rig (anjungan) dalam pemasangan teknologi komplesi dengan filter kepasiran atau Multi Zone Single Trip-Gravel Pack (MZST-GP). John bilang, teknik rigless yang pertama kali diimplementasikan di Blok Mahakam.ini dilakukan untuk menghemat biaya produksi migas pada sumur-sumur yang sudah memasuki tahap akhir.

Baca Juga: Kontrak bisnis sesama anak usaha Pertamina tembus Rp 3,5 triliun


Menurut John, PHM bisa menghemat biaya hingga 37% atau setara dengan US$ 340.000 dibandingkan dengan biaya menggunakan rig konvensional untuk operasi yang sama. "Di samping terus berupaya melawan tren penurunan produksi secara alamiah di (wilayah kerja) Mahakam, kami sangat serius mengupayakan cost effectiveness dalam operasi kami," ungkap John saat ditemui di Gedung WTC I, Jakarta, Senin (23/9).

Kendati begitu, John menerangkan bahwa aktivitas pengeboran migas tetap masih membutuhkan rig. Namun secara teknis, pemakaian HWU bisa menghemat penggunaan rig. Ia mencontohkan, jika dalam satu area pengeboran biasanya membutuhkan lima rig, maka dengan HWU ini rig yang dibutuhkan jadi berkurang satu.

John menjelaskan, penerapan metode rigless masih akan terus dikembangkan oleh tim PHM. Adapun, teknologi ini sudah diaplikasikan pada 170 sumur di Lapangan Tunu atau sekitar 10% dari jumlah sumur di lapangan gas tersebut.

John menuturkan, diskusi untuk menguji metode pengerjaan sumu dengan WHU ini telah dimulai sejak November 2018, dan dilanjutkan dengan berbagai persiapan intensif pada awal tahun ini. Sementara, kegiatan pengerjaan sumur dilakukan pada Juni 2019.

Baca Juga: Begini jurus Pertamina Hulu Mahakam optimalkan produksi di wilayah kerja (WK) Mahakam

Editor: Khomarul Hidayat