Ingin IPO, calon emiten masih tunggu waktu yang tepat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa nama perusahaan disebut-sebut telah mempersiapkan diri menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) sejak tahun lalu. Diantaranya, PT Lion Mentari Airlines, PT Wijaya Karya Realty, serta anak usaha Indonesia Port Corporation (IPC) atau PT Pelindo II, yaitu Pelabuhan Tanjuk Priok (PTP) dan IPC Terminal Petikemas (IPC TPK).

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, PTP dan IPC TPK telah berencana akan IPO sejak tahun 2019 yang lalu. Akan tetapi, rencana tersebut harus ditunda karena kondisi ekonomi belum mendukung jika menggelar IPO saat itu.

Sekretaris Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Shanti Puruhita menjelaskan, saat ini pihaknya masih secara paralel mempersiapkan IPO. Sehingga, ketika momentumnya tepat kedua calon emiten itu sudah siap. "Kami menunggu waktu yang tepat dengan kondisi market yang mendukung, serta setelah mendapatkan lampu hijau dari kementerian BUMN," kata Shanti ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (17/2).


Baca Juga: Nara Hotel Internasional kembalikan dana investor dan ungkapkan rencana selanjutnya

Sementara itu, PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) dikabarkan akan menyelenggarakan IPO di kuartal II 2020. Padahal sebelumnya, berdasar catatan Kontan.co.id, emiten maskapai penerbangan itu ditargetkan akan menyelenggarakan IPO di kisaran kuartal I.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut terkait rencana IPO, Lion Air memilih untuk tidak berkomentar. "Lion Air tidak mengomentari spekulasi pasar," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam surel yang disampaikan pada Kontan.co.id, Senin (17/2).

Adapun berdasar data yang dihimpun Kontan.co.id, PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) menjalankan pre marketing IPO berupa roadshow untuk investor dari Senin (27/1) hingga Jumat (7/2) di Jakarta, Singapura, Hong Kong, serta beberapa kota di benua Eropa dan Amerika. Asal tahu saja, Lion Air membidik dana hingga US$ 1 miliar melalui IPO.

Jika terealisasi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini, emiten maskapai penerbangan akan bertambah menjadi tiga, yakni Lion Air, Garuda Indonesia (GIAA), dan Air Asia Indonesia (CMPP) saja.

Baca Juga: Kasus-kasus pasar modal mulai meledak, OJK ingin dapat kewenangan lebih

Menunggu waktu yang tepat juga dialami oleh calon-calon emiten yang dikawal oleh PT Shinhan Sekuritas Indonesia. Selain kondisi pasar yang kurang kondusif, emiten yang dikawal Shinhan Sekuritas Indonesia sebagian besar tengah dalam proses restrukturisasi. Sehingga, pihak sekuritas perlu melihat kembali per kasus.

"Rata-rata masih wait and see," kata Vice President Investment Banking Bayu Eko Swastono ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (17/2). Akan tetapi untuk jumlah calon emiten yang masih menunggu, Bayu enggan menyebutkannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati