Ingin Mulai Berinvestasi? Coba Tips Investasi Buat Pemula dari Pakar UM Surabaya Ini



KONTAN.CO.ID -  Banyak kisah sukses investasi membuat banyak masyarakat tergiur untuk memulai berinvestasi. Sayangnya naiknya minat masyarakat berinvestasi juga dibarengi dengan banyaknya investasi bodong. 

Tidak sedikit rumor-rumor terbaru tentang investasi bodong, ditambah dengan campur tangan para influencer untuk mengecoh banyak orang, khususnya anak-anak muda berambisi cepat kaya tapi tidak mau susah.

Di zaman yang serba cepat, investasi menjadi kegiatan yang tepat untuk mencapai berbagai tujuan keuangan seperti liburan, membeli kendaraan, membeli rumah, apartemen, biaya pernikahan, biaya pendidikan anak, hingga dana pensiun. 


Namun sebelum itu, seseorang perlu berhati-hati sebelum memulai investasi agar tidak terjerat investasi bodong atau melakukannya dengan ragu-ragu.

Baca Juga: 18 Tahun Tsunami Aceh, Ini Penyebab dan Tanda-Tanda Munculnya Tsunami

Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Arin Setyowati, membagikan sejumlah tips untuk pemula agar tidak ragu dan tidak tertipu saat memulai investasi.

Arin menyebut, ada lima hal yang wajib diperhatikan investor pemula saat akan memulai investasi pertama mereka. Apa saja tips tersebut? Simak rangkumannya dari situs UM Surabaya berikut ini.

Mempelajari investasi 

Sebelum terjun ke dunia investasi, seseorang perlu intens dalam mempelajari seluk beluk investasi dan segala rupa turunannya.

“Hal ini sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan dan investasi sehingga meminimalisir risiko penipuan. Dalam dunia investasi ada banyak istilah-istilah asing yang perlu dieksplorasi mendalam,” jelas Arin, dikutip dari situs UM Surabaya.

Menentukan tujuan dan jangka waktu

Tips yang selanjutnya adalah menentukan tujuan dan jangka waktu investasi secara spesifik. 

Hal krusial bagi investor pemula adalah menentukan jangka waktu berinvestasi. Karena hal tersebut berpengaruh terhadap nominal investasi dan jenis instrumen yang dipilih untuk mencapai dana yang dibutuhkan.

“Semakin pendek jangka waktu berinvestasi, maka nominal yang harus dialokasikan juga biasanya relatif lebih besar, pilihan instrumen juga akan jatuh pada yang lebih aman, stabil atau volatilitas rendah,” tambahnya.

Memilih jenis investasi 

Ada beragam jenis investasi yang ada di pasar saham, diantaranya yaitu: Saham, obligasi, deposito, dan lainnya. 

Setiap jenisnya memiliki kelebihan dan keuntungannya masing-masing, dan tentunya dengan risiko yang juga berbeda. 

Baca Juga: Hati-Hati, Ini Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi yang Harus Diwaspadai dan Cara Mencegahnya

Urutan dari jenis yang risikonya dan imbalannya tertinggi adalah saham, reksa dana, obligasi, dan terakhir deposito. 

Menurut Arin, instrumen investasi yang aman merupakan investasi yang telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai badan pengawas kegiatan yang bersinggungan dengan dunia finansial di Indonesia.

Diversifikasi instrumen investasi

Bagi investor pemula, memilih satu instrumen saja sudah harus banyak belajar, bagaimana jika banyak instrumen investasi yang harus diambil untuk diversifikasi. 

Jawabannya adalah tidak harus bersamaan, semua bisa dijalankan secara bertahap. Tahapan diversifikasi ini dilakukan dalam upaya untuk untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi di masa depan. 

Ketika salah satu sektor melemah, setidaknya sektor yang lain menguat. Jadi, seseorang tidak kehilangan banyak uang. 

Disiplin saat berinvestasi 

Selama menjalankan proses investasi, maka hal-hal yang perlu dijalankan secara disiplin oleh investor pemula adalah konsisten menyisihkan dana. 

Tentunya dengan persentase alokasi dana yang membuat investor pemula nyaman dan menyenangkan. Lazimnya, alokasi dana investasi dialokasikan sebesar 10% hingga 30% dari pendapatan.

“Artinya perlu didukung juga dengan strategi yang jitu supaya modal yang dimiliki optimal. Selanjutnya ditunjang dengan evaluasi kinerja investasi secara berkala,”pungkas Arin. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News