JAKARTA. PT Bank Kesejahteraan Ekonomi mengaku butuh dana segar sebesar Rp 650 miliar untuk bisa naik menjadi BUKU II. Saat ini, bank yang berencana melakukan rebranding jadi Bank BKE ini mempunyai modal inti sebesar Rp 317 miliar. Sesuai aturan, untuk masuk dalam kelompok BUKU II, bank harus memiliki modal inti minimal Rp 1 triliun. Direktur Utama Bank Kesejahteraan Ekonomi Sasmaya Tuhuleley mengatakan, terkait penambahan modal, pemegang saham yaitu Taspen sudah berkomitmen menyuntikkan modal sebesar Rp 100 miliar sampai Rp 150 miliar. “Nanti kami harapkan sebelum IPO (initial public offering), sudah ada penambahan modal dari pemegang saham eksisting sehingga setelah IPO, kami langsung bisa masuk BUKU II,” ujar Sasmaya, Rabu, (24/8).
Ingin naik kelas, Bank BKE butuh Rp 650 miliar
JAKARTA. PT Bank Kesejahteraan Ekonomi mengaku butuh dana segar sebesar Rp 650 miliar untuk bisa naik menjadi BUKU II. Saat ini, bank yang berencana melakukan rebranding jadi Bank BKE ini mempunyai modal inti sebesar Rp 317 miliar. Sesuai aturan, untuk masuk dalam kelompok BUKU II, bank harus memiliki modal inti minimal Rp 1 triliun. Direktur Utama Bank Kesejahteraan Ekonomi Sasmaya Tuhuleley mengatakan, terkait penambahan modal, pemegang saham yaitu Taspen sudah berkomitmen menyuntikkan modal sebesar Rp 100 miliar sampai Rp 150 miliar. “Nanti kami harapkan sebelum IPO (initial public offering), sudah ada penambahan modal dari pemegang saham eksisting sehingga setelah IPO, kami langsung bisa masuk BUKU II,” ujar Sasmaya, Rabu, (24/8).