Ingin Tingkatkan Hubungan Dagang, Estonia Gelar Maritime Business Forum



KONTAN.CO.ID - JAKARTA/TALLINN. Estonia berniat meningkatkan hubungan perdagangannya dengan Indonesia. Terkenal sebagai rumah bagi masyarakat digital global, Estonia bermaksud menawarkan menawarkan kerjasama yang terkait dengan sektor maritim. 

Sejalan dengan misi itu, Estonian Martime Delegation Business Forum digelar pada Senin dan Selasa (27 dan 28 April) di Jakarta. Forum ini bertujuan untuk  menjajaki kemitraan konkret dalam digitalisasi pelabuhan, keberlanjutan maritim, serta modernisasi infrastruktur guna mendukung ambisi Indonesia dalam meningkatkan efisiensi dan mencapai target net-zero di sektor maritim.

Dari penyelenggara kegiatan ini, sejumlah perusahaan ternama asal Estonia turut mengunjungi Indonesia. Masing-masing adalah  5.0 Robotics, Cybernetica, Insta Globe Engineering, SRC Group, Port of Tallinn, Marine Technology Competence Centre (MARTE) di bawah Tallinn University of Technology, Varcus Solutions, Dipperfox, dan MindChip. 


Menteri Infrastruktur Estonia, Kuldar Leiss, dan Duta Besar Estonia untuk Singapura, Veikko Kalla, turut hadir dalam sesi forum yang berlangsung pada Selasa. Catatan saja, kendati sudah memiliki hubungan diplomatik sejak tahun 1993, baik Indonesia maupun Estonia saat ini belum membuka kedutaan di masing-masing negeri mitranya. Estonia menggunakan kedutaannya di Singapura untuk mengurus kepentingannya di Indonesia. Sedangkan Indonesia memanfaatkan kedutaan di Finlandia untuk meng-cover Estonia.

Sebelum menyelenggarakan forum bisnis di Jakarta, Kedutaan Besar Estonia di Singapura mengundang perwakilan dari media di Indonesia, termasuk Kontan, untuk mengunjungi Tallinn, Estonia. Dalam event yang berlangsung pada 5 hingga 11 April lalu, wartawan Indonesia berkesempatan menemui Deputi Menteri Luar Negeri Estonia, Mariin Ratnik, dan Deputi Sekretaris Jenderal Maritim dan Sumber Daya Air di Kementerian Iklim Estonia, Kristjan Truu.

Saat menjumpai wartawan Indonesia di Tallin, Senin (6/4) silam, Ratnik menyebut masih banyak potensi bisnis yang belum tergarap di antara kedua negara, terutama di sektor inovasi digital, perdagangan dan investasi. “Perjanjian perdagangan bebas semakin penting dalam lanskap global saat ini. Perjanjian ini membuka peluang yang lebih luas bagi kedua pihak dan menjadi fondasi kuat untuk kolaborasi ekonomi jangka panjang,” ujar dia. 

Estonia merupakan anggota dari Uni Eropa. September tahun lalu, Uni Eropa dan Indonesia mengumumkan kesepakatan substantif dari Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement. 

Sedangkan Truu menyinggung kesiapan Estonia untuk berbagi keahlian dengan Indonesia. “Estonia siap berbagi pengalaman dalam implementasi green shipping corridors dan solusi digital yang aman, yang relevan baik di kawasan Baltik maupun di kepulauan Indonesia,” ujar Truu, Selasa (7/4) silam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News