Ini 2 faktor yang sebabkan harga minyak terjungkal



NEW YORK. Harga minyak dunia tergerus dalam pada transaksi pagi waktu New York. Data Bloomberg menunjukkan, harga kontrak minyak WTI terjungkal 2,5% menjadi US$ 92,92 per barel. Sehingga, jika dihitung, dalam tiga hari terakhir penurunan harga minyak sudah mencapai 6%. Sementara, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran November turun 2% menjadi US$ 93,75 sebarel. Sedangkan harga kontrak minyak jenis Brent merosot 1,9% menjadi US$ 109,89 sebarel. Anjloknya harga minyak terjadi di tengah spekulasi investor bahwa suplai minyak AS melonjak. Itu artinya, terjadi penurunan permintaan minyak di negara konsumen minyak terbesar dunia itu. Selain itu, pemerintah Arab Saudi akan mendongkrak produksi minyak sebanyak 10 juta barel per hari untuk menekan harga minyak.Menurut Michael Hewson, analis CMC Markets, sebenarnya, pergerakan harga minyak dapat tersokong oleh kebijakan Bank of Japan mengenai penambahan stimulus ke dalam dana pembelian aset menjadi 55 triliun yen dari sebelumnya 45 triliun yen. "Aksi BOJ memang dapat menyokong harga minyak, namun di satu titik, faktor fundamental tidak selalu menjadi pendorong. Kami rasa, isu dari Arab Saudi menjadi faktor utama penggerus harga minyak pada hari ini," papar Hewson.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News