JAKARTA. Guna menghadapi turbulensi ekonomi seperti saat ini, korporasi di Indonesia dinilai perlu menjalankan lima strategi jangka pendek. Yakni efisiensi, divestasi, downsizing, outsourcing (alih daya), dan restrukturisasi utang. Corporate Finance and Transaction Support RSM AAJ Wiljadi Tan mengatakan, setiap perusahaan harus memiliki strategi yang tepat agar bisa bertahan dalam kondisi turbulensi ekonomi saat ini, yang ditandai oleh perlambatan ekonomi oleh hampir semua negara, perang mata uang devaluasi Yuan dan dong Vietnam, hingga masih anjloknya harga-harga komoditas. “Efisiensi merupakan salah satu strategi jangka pendek yang harus dilakukan di saat kondisi ekonomi bermasalah. Hanya saja jangan semua dibuang, terutama yang berkontribusi jangan langsung dibuang," ujar Wijadi Tan dalam diskusi bertema 'Tantangan dan Strategi Korporasi Hadapi Turbulensi Ekonomi', di Jakarta, Kamis (27/8) kemarin.
Ini 5 strategi korporasi hadapi turbulensi ekonomi
JAKARTA. Guna menghadapi turbulensi ekonomi seperti saat ini, korporasi di Indonesia dinilai perlu menjalankan lima strategi jangka pendek. Yakni efisiensi, divestasi, downsizing, outsourcing (alih daya), dan restrukturisasi utang. Corporate Finance and Transaction Support RSM AAJ Wiljadi Tan mengatakan, setiap perusahaan harus memiliki strategi yang tepat agar bisa bertahan dalam kondisi turbulensi ekonomi saat ini, yang ditandai oleh perlambatan ekonomi oleh hampir semua negara, perang mata uang devaluasi Yuan dan dong Vietnam, hingga masih anjloknya harga-harga komoditas. “Efisiensi merupakan salah satu strategi jangka pendek yang harus dilakukan di saat kondisi ekonomi bermasalah. Hanya saja jangan semua dibuang, terutama yang berkontribusi jangan langsung dibuang," ujar Wijadi Tan dalam diskusi bertema 'Tantangan dan Strategi Korporasi Hadapi Turbulensi Ekonomi', di Jakarta, Kamis (27/8) kemarin.