Ini 9 Tips Puasa untuk Lansia, Hindari Kafein hingga Kontrol Porsi Makan



MOMSMONEY.ID - Cari tahu 9 tips puasa untuk lansia di sini. Simak sampai akhir, ya.

Masalah yang mungkin dihadapi lansia selama puasa ramadan bergantung pada kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, misalnya diabetes.

Pada lansia yang menderita diabetes, puasa dapat meningkatkan risiko hipoglikemia atau gula darah rendah. Ketika gula darah terlalu rendah, itu bisa menyebabkan masalah seperti pusing, penglihatan kabur, dan pingsan.


Kondisi lain yang mungkin dialami lansia saat puasa adalah hipertensi. Hipertensi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah seseorang secara konsisten lebih tinggi dari normal.

Melihat banyaknya masalah yang mungkin muncul tatkala berpuasa, maka para lansia harus mengetahui betul hal-hal yang patut dilakukan maupun dihindari.

Melansir laman Homage, ada 9 tips puasa untuk lansia yang sebaiknya diterapkan selama bulan ramadan. Berikut penjelasannya:

Baca Juga: Moms, Ini 5 Cara Mudah Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa

1. Hindari kafein

Tips puasa untuk lansia yang pertama adalah menghindari kafein. Kafein bersifat diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Adapun buang air kecil lebih sering dapat menyebabkan dehidrasi karena tubuh kehilangan air melalui urin.

Jadi, kurangilah atau bahkan hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh hitam selama bulan ramadan guna mencegah dehidrasi akibat terlalu sering buang air kecil.

2. Hindari makanan tinggi gula dan garam

Tips puasa untuk lansia yang kedua adalah menghindari makanan tinggi gula atau garam. Makanan tinggi gula dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat kemudian menurun dengan cepat. Kondisi ini akan membuat Anda lebih cepat lelah.

Di sisi lain, makanan tinggi garam dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal.

Untuk sahur dan berbuka puasa, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang mengandung sedikit gula dan garam guna menjaga pola makan tetap sehat selama bulan ramadan.

3. Kontrol porsi makan

Tips puasa untuk lansia yang ketiga adalah mengontrol porsi makan. Alih-alih makan satu porsi besar saat berbuka puasa, alangkah baiknya Anda membagi makanan menjadi 2-3 porsi kecil.

Makan makanan dalam porsi kecil semacam ini akan membantu Anda menghindari makan secara berlebihan. Sekaligus, menghasilkan perubahan positif yang bertahap pada kadar gula darah Anda.

4. Minum lebih banyak cairan

Tips puasa untuk lansia yang keempat adalah minum lebih banyak cairan. Tidak mendapatkan cukup air untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan dehidrasi, tekanan darah rendah, kejang, dan bahkan kerusakan ginjal.

Oleh sebab itu, pastikan Anda mengonsumsi banyak air pada saat sahur maupun berbuka puasa.

Selain minum air putih, Anda juga bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan air yang tinggi seperti buah-buahan dan sayuran segar guna memenuhi asupan cairan yang dibutuhkan tubuh.

5. Makan lebih banyak makanan dengan indeks glikemik rendah

Tips puasa untuk lansia yang kelima adalah makan lebih banyak makanan dengan indeks glikemik rendah.

Makanan dengan indeks glikemik rendah akan melepaskan gula lebih lambat yang menyebabkan gula darah meningkat secara bertahap.

Makanan dengan indeks glikemik rendah dapat membantu mengatur kadar gula darah, sehingga sangat disarankan bagi para penderita diabetes. Beberapa contoh makanan dengan indeks glikemik rendah antara lain biji-bijian, buncis, dan jeruk.

Baca Juga: Selain Air Putih, Ini 5 Minuman yang Bagus untuk Sahur

6. Sahur menjelang imsak

Tips puasa untuk lansia yang keenam adalah sahur menjelang imsak. Makan sahur tepat sebelum imsak dapat membantu menjaga tingkat energi Anda sepanjang hari.

Sebaliknya, sahur terlalu dini akan menghabiskan energi dari makanan lebih awal sekaligus membuat Anda merasa lebih lemah hingga waktu berbuka puasa tiba.

Jadi, usahakan untuk sahur mendekati imsak agar energi yang diperoleh dari makanan Anda bertahan selama jam aktif sampai matahari terbenam.

7. Pilih takjil yang bergizi untuk berbuka puasa

Tips puasa untuk lansia yang ketujuh adalah memilih takjil yang bergizi untuk berbuka puasa. Mengudap takjil yang sehat saat berbuka puasa bisa mengembalikan energi dengan cepat.

Salah satu contoh takjil yang bergizi adalah kurma. Tak hanya sunah, kurma juga mengandung gula alami, serat, serta mineral penting lainnya seperti magnesium dan potassium.

Pilihan takjil bergizi lainnya yang dapat Anda pilih di antaranya yogurt tanpa pemanis, kacang-kacangan seperti almond dan kenari, serta buah-buahan seperti anggur, aprikot, dan buah ara.

8. Lakukan olahraga ringan

Tips puasa untuk lansia yang kedelapan adalah melakukan olahraga ringan. Saat sedang berpuasa, Anda mungkin tergoda untuk bergerak sesedikit mungkin guna menghemat energi. Faktanya, kurang gerak atau tidak bergerak sama sekali justru dapat membuat Anda merasa lebih lesu lho.

Oleh sebab itu, usahakan untuk tetap aktif secara fisik walaupun Anda sedang berpuasa. Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti jalan cepat atau jogging jarak pendek untuk meningkatkan sirkulasi darah dan membantu Anda merasa lebih energik.

Tambahkanlah olahraga ke dalam gaya hidup Anda, misalnya dengan berjalan kaki ke masjid untuk sholat tarawih alih-alih naik motor.

9. Tidur dengan cukup

Tips puasa untuk lansia yang terakhir adalah tidur dengan cukup. Kurang tidur dapat memengaruhi sensitivitas tubuh terhadap insulin yang menyebabkan kadar gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan.

Kurang tidur juga telah dikaitkan dengan risiko masalah kesehatan yang lebih tinggi seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Sama dengan hari-hari biasanya, Anda harus tidur dengan cukup selama bulan ramadan. Adapun jumlah tidur yang disarankan adalah 7 jam per malam.

Demikian 9 tips puasa untuk lansia. Semoga bermanfaat dan selamat menunaikan ibadah puasa ramadan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ana Risma