Ini Alasan Harum Energy (HRUM) Gencar Akuisisi Perusahaan Nikel



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Langkah PT Harum Energy Tbk (HRUM) untuk melakukan diversifikasi bisnis ke segmen nikel makin jelas. Hal tersebut ditandai dengan aksi korporasi seperti akuisisi saham produsen dan pengolah nikel

Sekedar mengingatkan, pada Desember 2021, HRUM melalui anak perusahaannya, PT Tanito Harum Nickel, telah menambah kepemilikannya di PT Infei Metal Industry. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pemurnian nikel (smelter).

Tanito Harum Nickel telah melakukan pembelian 252.838 saham baru atau 9,8% dari jumlah saham yang dikeluarkan Infei Metal Industry dengan nilai pembelian US$ 27,44 juta. Sehingga, kepemilikan Tanito Harum Nickel di tubuh Infei Metal Industry menjadi 49%.


Sebelumnya pada Mei 2021, HRUM juga telah merogoh kocek hingga US$ 45,03 juta untuk menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan tambang nikel asal Australia, Nickel Mines Limited. Alhasil, per 12 Mei 2021, HRUM memiliki 6,737% dari seluruh modal ditempatkan dalam Nickel Mines Limited.

Baca Juga: Harga Batubara Diprediksi Melandai, Simak Rekomendasi Saham Emiten Batubara Berikut

Direktur Utama Harum Energy Ray Antonio Gunara mengatakan, sebagai bagian dari strategi usaha, HRUM akan terus menjajaki peluang ekspansi di bisnis nikel, baik dari segi sumber daya maupun kapasitas pengolahan.

“Peluang ekspansi tersebut dapat meliputi akuisisi perusahaan tambang nikel baru, investasi pada smelter baru, atau meningkatkan porsi kepemilikan pada smelter yang sudah ada,” terang Ray kepada Kontan.co.id, Selasa (15/2).

Ekspansi HRUM ke segmen nikel tidak terlepas dari prospek emiten logam ini yang masih cemerlang. Ray memandang prospek komoditas nikel masih sangat baik, terutama prospek jangka panjangnya. Ini berkaitan dengan terus meningkatnya permintaan akan produk turunan nikel di masa depan, baik dari industri baja anti karat (stainless steel) maupun mobil listrik.

Meski mulai merambah bisnis nikel, HRUM tidak melupakan bisnis intinya di segmen batubara. Ray mengatakan, realisasi volume penjualan batubara tahun 2021 meningkat sekitar 25% secara  year-on-year (yoy). 

Baca Juga: Analis Rekomendasikan Beli Saham Harum Energy (HRUM), Simak Ulasannya

Sementara untuk tahun ini, HRUM menargetkan adanya peningkatan produksi batubara sekitar 35% tahun ini dibandingkan tahun lalu.

HRUM menganggarkan sekitar US$ 25 juta untuk alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2022. Capex ini akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan, yang meliputi pembangunan infrastruktur dan sarana produksi di area tambang nikel, penambahan properti pertambangan batubara, pembelian alat berat, dan pemeliharaan kapal tunda dan tongkang.

Emiten pertambangan batubara ini membukukan laba bersih senilai US$ 37,53 juta per akhir kuartal III-2021. Angka ini naik 45,84% dari laba bersih di periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 25,74 juta.

Naiknya laba bersih HRUM berbarengan dengan naiknya pendapatan. Per akhir kuartal III-2021, HRUM membukukan pendapatan senilai US$ 205,54 juta atau naik 50,9% dari pendapatan di akhir kuartal III-2020 sebesar US$ 136,14 juta.

 
HRUM Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News