KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan keluarga Indonesia kini tak hanya menjaga daya beli hari ini, tetapi juga menyiapkan kebutuhan masa depan yang berskala global. Perlindungan finansial sejak dini menjadi kunci, terutama menghadapi biaya pendidikan, kesehatan, dan investasi yang sering ditetapkan dalam dolar AS. Biaya pendidikan tinggi di luar negeri, misalnya, melonjak akibat pelemahan rupiah dari Rp13.389 per dolar AS (2015) menjadi Rp16.985 (2026). Pendidikan senilai USD200.000 kini naik lebih dari Rp700 juta. Dampak serupa terjadi pada properti global dan barang konsumsi. Selain itu, inflasi domestik sekitar 2,92% pada 2025 juga menekan daya beli dan keberlanjutan rencana keuangan keluarga. Tanpa strategi yang menyesuaikan kebutuhan lintas mata uang, selisih biaya berisiko terus membesar.
Ini Alasan Perlu Punya Perlindungan Finansial Berbasis Lintas Mata Uang
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan keluarga Indonesia kini tak hanya menjaga daya beli hari ini, tetapi juga menyiapkan kebutuhan masa depan yang berskala global. Perlindungan finansial sejak dini menjadi kunci, terutama menghadapi biaya pendidikan, kesehatan, dan investasi yang sering ditetapkan dalam dolar AS. Biaya pendidikan tinggi di luar negeri, misalnya, melonjak akibat pelemahan rupiah dari Rp13.389 per dolar AS (2015) menjadi Rp16.985 (2026). Pendidikan senilai USD200.000 kini naik lebih dari Rp700 juta. Dampak serupa terjadi pada properti global dan barang konsumsi. Selain itu, inflasi domestik sekitar 2,92% pada 2025 juga menekan daya beli dan keberlanjutan rencana keuangan keluarga. Tanpa strategi yang menyesuaikan kebutuhan lintas mata uang, selisih biaya berisiko terus membesar.