Ini anak usaha Trinitan Metals (PURE) yang bakal IPO di Kanada tahun depan



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan teknologi pemurnian mineral PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) bersiap membawa anak usahanya, PT Hydrotech Metal Indonesia (HMI) untuk melantai di Bursa Efek Kanada pada tahun 2021 mendatang.

Direktur PURE Parluhutan mengonfirmasi, pihaknya menargetkan initial public offering (IPO) atau penawaran umum saham perdana HMI pada bulan Maret 2021 atau paling lambat sekitar kuartal II-2020.

IPO ini terbilang penting untuk memperluas akses investor global terhadap penerapan teknologi pengolahan mineral berbasis hidrometalurgi bernama Step Temperature Acid Leach (STAL) yang dimiliki oleh HMI. Ditambah lagi, Kanada dikenal negara yang maju di bidang teknologi pertambangan.


Baca Juga: Kesulitan bahan baku, Trinitan Metals (PURE) mengubah penggunaan dana IPO

Manajemen PURE belum bisa mengungkap secara terbuka besaran nilai IPO HMI yang diincar. Sebab, hal tersebut masih dalam tahap pembahasan dengan konsultan perusahaan yang berada di Kanada.

“Dana IPO nantinya akan digunakan untuk pengembangan teknologi STAL yang dimiliki oleh HMI,” ujar dia dalam paparan publik virtual, Rabu (16/12).

HMI sendiri didirikan pada 5 Agustus 2020 sebagai entitas anak usaha PURE yang memiliki hak atas pemurnian mineral yang dikembangkan oleh perusahaan.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Trinitan Metals & Minerals Petrus Tjandra menambahkan, saat ini manajemen PURE memang terus berusaha mengembangkan teknologi STAL supaya dapat digunakan dalam mengekstrak nikel dan kobalt yang ada di limbah. Hal seperti itu belum pernah dimanfaatkan di Indonesia.

Pendirian HMI pun menjadi upaya PURE untuk memperkenalkan teknologi STAL tidak hanya di Indonesia, melainkan juga secara global. “Kami ingin menjadi pionir teknologi pemurnian mineral dunia, karena teknologi STAL ini dapat menghasilkan nikel dengan harga yang murah dan investasi yang masuk akal,” ungkap Petrus.

Pihak PURE bahkan di hari ini (16/12) juga sudah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk memperkuat pengembangan teknologi STAL. BPPT juga akan berperan dalam memvalidasi teknologi tersebut.

Menurut Petrus, kerja sama dengan BPPT tersebut sangat penting untuk membangun kepercayaan yang kuat di mata masyarakat maupun pasar terkait teknologi STAL yang dikembangkan oleh PURE. “Pihak perbankan pun ketika hendak memberi pinjaman akan mempertanyakan teknologi apa yang dimiliki oleh perusahaan,” ujar dia.

Baca Juga: Proyek smelter nikel PURE di Palu diperkirakan selesai tahun depan

PURE sebenarnya sudah menggarap pilot project teknologi STAL di kawasan Cileungsi. Begitu pilot project ini selesai, teknologi tersebut akan dipindahkan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. Di sana, PURE akan membangun smelter pengolahan nikel yang tentu menggunakan teknologi STAL. Proyek smelter ini ditargetkan selesai pada tahun 2021 mendatang.

“Jadi, pilot project di Cileungsi ini ibarat miniatur. Ketika selesai, kami pindahkan ke Palu dan diimplementasikan dalam bentuk industri,” pungkas Petrus.

Selanjutnya: Kinerja Trinitan Metals & Minerals (PURE) turun hingga kuartal III-2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari