Ini Cara Mudah Menjaga Kolesterol Tetap Normal saat Lebaran Idul Fitri



KONTAN.CO.ID - Agar kolesterol tetap terjaga selama perayaan Hari Raya Idul Fitri 2022, Anda perlu menerapkan beberapa cara agar kadar kolesterol tetap normal.

Momen Lebaran Idul Fitri kerap menjadi ajang "balas dendam" setelah sebulan lamanya berpuasa. Tidak jarang kita makan lebih banyak dari biasanya dan menyantap berbagai makanan tinggi lemak. 

Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair) Stefania Widya Setyaningtyas, sumber kolesterol sendiri berasal dari lemak, sehingga perlu dihindari. 


Jenis makanan berlemak di antaranya makanan bersantan, seafood, daging merah, dan minyak. 

“Bukan tidak boleh sama sekali, tapi kita harus berhati-hati mengonsumsi,” ujarnya seperti dikutip dari situs Unair. 

Baca Juga: Ini Daftar Makanan Penurun Kolesterol Tinggi yang Perlu Dikonsumsi saat Lebaran

Makanan tinggi gula picu hiperkolesterolemia

Selain makanan berlemak, konsumsi makanan tinggi gula kala lebaran juga penting untuk diperhatikan. Maksimal konsumsi gula untuk orang dewasa adalah kurang lebih 60 gram. 

“Kalau dikonversikan kita bisa minum maksimal dua kali. Makanan manis atau minuman manis dengan porsi gula yang cukup. Misalnya, sekali makan atau minum menggunakan dua sendok gula saja,” tambahnya.

Makanan manis, menurut Stefani, tidak berhubungan langsung dengan meningkatnya kolesterol, tetapi berpengaruh pada meningkatnya gula darah. 

Jika gula darah meningkat, maka bisa menyebabkan kolesterol dalam darah tinggi atau hiperkolesterolemia. 

Jam tidur dan aktivitas fisik juga perlu diperhatikan selain pola makan saat Idul Fitri. Hal ini dilakukan untuk menjaga stamina tubuh dan kesehatan orang yang memiliki kolesterol. 

Baca Juga: Pendaftaran Sekolah Kedinasan Kemenhub 2022 Diperpanjang, Cek Lagi Persyaratannya

Cara menjaga kolesterol saat Lebaran

Hari Raya Idul Fitri identik dengan makanan yang dimasak menggunakan santan. Padahal, santan adalah salah satu sumber penyebab kolesterol. 

Agar makanan lebih sehat dan rendah kolesterol, Anda bisa mengganti santan dengan alternatif lainnya. 

“Kita bisa mengganti santan sebagian atau sepenuhnya dengan susu kedelai atau pengganti santan tinggi serat atau bisa juga susu skim yang lemak jenuhnya lebih rendah. Sekarang banyak juga bahan alternative santan yang dijual di pasar,” imbau Stefani. 

Daging putih seperti ayam juga bisa  menjadi alternatif menu hidangan sehat saat Idul Fitri. Selian itu, ikan tawar atau ikan laut dalam juga bisa disajikan untuk mengurangi risiko naiknya kolesterol. 

Stefania menjelaskan, meskipun ikan laut dalam mengandung banyak lemak, namun lemak ikan mengandung Omega 3 yang baik untuk tubuh. 

Hal utama untuk menghindari kolesterol adalah membatasi asupan makanan yang tinggi kolesterol. 

Mengonsumsi makanan tinggi serat juga dianjurkan untuk menjaga kolesterol, misalnya, oatmeal, buah, dan makanan berserat lainnya. 

Serat memiliki fungsi yang baik, dimana dia bisa membantu mengikat kolesterol di dalam saluran cerna. 

"Sehingga kalau kita makan makanan tinggi kolesterol dibarengi dengan makanan serat, tidak semua kolesterol yang kita konsumsi diserap. Jadi membantu mengeluarkan kolesterol lewat feses,” tambah Stefania.

Suplemen serta juga dianjurkan dikonsumsi jika asupan sayuran dan buah-buahan tidak ada. Namun jika selama sumber serat alami masih tercukupi dengan baik, suplemen tidak diperlukan.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News